oleh

Belum Masuk Kriteria ODP Atau PDP Corona, Bayi di Luwu Hanya Pneumonia

BELOPA, TEKAPE.co – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Wabah Virus Corona (Covid-19) di Wilayah Kabupaten Luwu, menyampaikan kondisi terkini penanganan pasien diduga corona di Luwu.

Dalam konferensi pers di Warkop 23 Belopa, Jumat (20/3/2020), malam, Ketua Satgas, Yermia Maya, didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Batara Guru Belopa, dr Daud Mustakim, dan dokter spesialis anak, dr Mahirina.

Ketua Satgas Covid-19 di Luwu, Yermia Maya, menyampaikan saat ini ada 2 warga Luwu yang sedang menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda.

Seorang bayi usia 9 bulan dirawat di salah satu rumah sakit di Belopa, dan satu lagi pria berusia 50 tahun dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Palopo.

“Saat ini ada 2 warga Luwu yang sedang menjalani perawatan di dua rumah sakit berbeda, 1 orang bayi dirawat di rumah sakit di Belopa dan 1 lagi dirawat di rumah sakit di Kota Palopo,” kata Yermia Maya.

BACA JUGA:
Bayi 9 Bulan di Luwu Diduga Miliki Kemiripan Gejala Covid19, Dinkes: Belum Tentu Positif

Dokter spesialis anak, dr Mahirina, menjelaskan, kondisi bayi saat ini sudah mulai membaik dan dinyatakan tidak masuk kategori curiga Corona.

Meski sudah membaik, sambung dr Mahirina, bayi tersebut tetap dalam perawatan intensif serta pemantauan oleh tim medis.

“Kondisi kesehatan bayi ini berangsur-angsur membaik, tapi kami masih terus melakukan pemantauan sebagai bentuk kewaspadaan. Dan terkait wabah virus corona, bayi 9 bulan ini tidak masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kami nyatakan demikian, karena berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter-dokter ahli di Makassar dan kami menceritakan kronologi sampai bayi ini menjalani perawatan, mereka menganjurkan bayi ini tidak perlu dirujuk dan tetap dirawat di Belopa,” jelas dr Mahirina

dr Mahirina menjelaskan, bahwa berpedoman pada panduan klinis tatalaksana Covid-19 yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tanggal 19 Maret 2020, kondisi bayi tersebut tidak masuk dalam kriteria ODP maupun PDP.

“Meski tidak masuk kriteria ODP dan PDP, bayi ini tetap kita pantau dan perawatan medisnya ditangani sebagai pasien pneumonia (paru-paru basah), serta tetap menerapkan prinsip-prinsip kewaspadaan,” ucap dr Mahirina.

BACA JUGA:
PDP Corona Luwu Dirujuk ke RSUD Sawerigading, 6 Pasien ODP Palopo Telah Normal

Sedangkan untuk pasien yang sedang dirawat di Kota Palopo, Ketua Satgas, Yermia Maya menyampaikan, pasien tersebut telah masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP), karena konfirmasi kondisi fisiknya telah menunjukkan kriteria PDP.

“Pasien ini diduga PDP, karena berdasarkan hasil perawatan sementara telah masuk kriteria. Namun belum dinyatakan suspect Covid-19. Kami akan melakukan koordinasi dengan aparat pemerintah setempat di mana pasien tersebut bertempat-tinggal, dan akan melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 ini,” jelas Yermia.

Pula dalam konferensi pers tersebut, Ketua Satgas kembali mengingatkan kepada segenap warga Kabupaten Luwu, agar secara sadar dan sungguh-sungguh mematuhi imbauan Bupati Luwu.

Yakni, masyarakat diimbau untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, tetap jaga jarak dan kurangi interaksi, karena dengan cara itu dapat membantu mencegah penyebaran wabah virus corona. (*)

Komentar

Berita Terkait