oleh

Bappeda Palopo: Ada 3.020 Unit Rumah tak Layak Huni Masih Butuh Sentuhan

PALOPO, TEKAPE.co – Meski tahun 2019 ini ada sekitar Rp6 miliar anggaran dari Kementerian PUPR mengucur ke Palopo, untuk bedah rumah 365 unit rumah tidak layak huni, yang tersebar di 19 kelurahan di Palopo, namun masih ada ribuan lagi yang masih butuh sentuhan.

Dari keseluruhan kawasan kumuh di Kota Palopo, yang dihuni sekitar 4.000 kepala keluarga (KK), terdapat 3.020 rumah yang dianggap tidak layak huni, dan itu masih membutuhkan sentuhan.

Hal itu terungkap pada sosialisasi penerima bantuan bedah rumah, di Audotorium Saokotae Kota Palopo, 11 Juli 2019.

Kepala Bappeda Kota Palopo, Firmanzah DP, menyampaikan, kebutuhan rumah setiap tahunya terus bertambah, seiring bertambahnya jumlah rumah tangga di Indonesia.

“Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh bank dunia, Indonesia terdapat kurang lebih 900.000 rumah tangga baru per tahunya. Hal ini disebabkan oleh laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi,” jelas Firmanzah.

Saat ini, kata Firmazanh, sesuai data untuk keseluruhan kawasan kumuh di Kota Palopo yang dihuni sekitar 4.000 kepala keluarga, terdapat 3.020 rumah yang dianggap tidak layak huni, dan itu masih membutuhkan sentuhan.

BACA JUGA:
Rp6 M Mengucur ke Palopo, 365 Unit Rumah Siap Dibedah

“Saat ini, kita terus berupaya untuk menjemput program kementerian, agar kawasan kumuh ini dapat tertata, dan rumah tak layak huni ini dapat diatasi,” jelasnya.

Firmanzah menjelaskan, program penanganan rumah tidak layak huni di Kota Palopo ini juga merupakan persiapan menuju status sebagai kota layak huni, yang inovatif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, salah satu ciri utama program BSPS adalah adanya pemperdayaan masyarakat yang berpenghasilan rendah yang diberikan bantuan oleh pemerintah, agar dapat berdaya membagun ataupun meningkatkan kualitas perumahannya dari semua aspek, sehingga terwujud perumahan yang layak huni dan sehat.

“Masyarakat dan pemerintah Kota Palopo bisa bersyukur, karena dapat sentuhan dari pemerintah pusat, sehingga bisa lebih meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat Kota Palopo,” ungkap Firmanzah. (*)

Komentar

Berita Terkait