Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bupati Luwu Patahudding Kerahkan Pompa Air Atasi Kekeringan 3.025 Hektare Sawah

LUWU, TEKAPE.co – Bupati Luwu H Patahudding mengerahkan bantuan pompa air untuk mengatasi kekeringan yang melanda 3.025,63 hektare lahan persawahan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah menetapkan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan pada 6 Agustus 2026.

Patahudding meninjau langsung kondisi persawahan petani di Desa Pasamai, Belopa, dan Desa Tallang Bulawang. Dalam peninjauan itu, dia memerintahkan Dinas Pertanian Luwu segera menyalurkan pompa air kepada kelompok tani yang sawahnya terdampak kekeringan.

Pompa digunakan untuk mengambil air dari Bendung Tomatoppe dan mengalirkannya ke areal persawahan di Desa Cakkiawo dan Kasiwiang, Suli. Di Desa Tallang Bulawang, Patahudding juga menggunakan pompa air untuk mengairi sawah yang mulai mengering.

“Cuaca elnino dimana terjadi kemarau ini menyebabkan lahan persawahan petani kekurangan air. Hal ini perlu kita antisipasi karena sawah-sawah ini menjadi sumber pendaptan utama masyrakat kita. Untuk itu saya meninjau langsung dan melalui Dinas Pertanian kita berupaya seoptimal mungkin membantu mengatasi kekeringan ini dengan memberikan bantuan pompa air,” ungkap Patahudding.

18 Pompa Air Telah Dibagikan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Luwu Islamuddin mengatakan pemerintah saat ini menyediakan dan membagikan 18 unit mesin pompa air kepada kelompok tani yang sawahnya mengalami kekeringan.

Sebanyak lima unit pompa berasal dari pemerintah pusat, sedangkan 13 unit lainnya berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pemkab Luwu juga akan menambah bantuan pompa air. Patahudding telah menginstruksikan pengadaan 20 unit pompa berukuran 3 inci dan 10 unit berukuran 6 inci yang akan segera dibagikan kepada kelompok tani terdampak.

“Selain itu, Bapak Bupati Luwu sudah menginstruksikan untuk dilakukan penambahan bantuan 20 unit mesin pompa air berukuran 3 inci dan 10 unit berukuran 6 inci dan insya Allah akan segera kita bagikan,” kata Islamuddin.

Islamuddin mengatakan Dinas Pertanian Luwu terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap lahan persawahan kelompok tani yang terdampak kekeringan akibat cuaca El Nino.

“Kami sudah mencatat ada 3.025,63 hektare lahan persawahan di Kabupaten Luwu yang terdampak cuaca Elnino dimana mengalami kekeringan,” kata Islamuddin.

Luwu Tetapkan Status Siaga Kekeringan

Sekretaris BPBD Luwu Aminuddin mengatakan Pemkab Luwu menetapkan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan berdasarkan laporan BMKG. Penetapan itu dituangkan dalam SK Nomor 396/VIII/2026 tertanggal 6 Agustus 2026.

Kepala Bappelitbangda Luwu Moh Arsal Arsyad mengatakan status siaga bencana tersebut ditindaklanjuti dengan instruksi Bupati Luwu untuk menggunakan alokasi Belanja Tidak Terduga APBD Tahun Anggaran 2026 guna menambah bantuan pompa air bagi petani yang sawahnya mulai mengalami kekeringan.

“Bapak Bupati Luwu meminta seluruh OPD terkait untuk memantau terus perkembangan cuaca elnino sejauhmana dampaknya terhadap areal persawahan petani di Kabupaten Luwu. Beliau berharap semua oihak untuk mewaspadai dampak elnino ini,” kata Arsal.

Pemkab Luwu juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait terus memantau perkembangan cuaca dan dampaknya terhadap areal persawahan. Bantuan pompa air menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian yang menjadi sumber pendapatan utama masyarakat. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini