oleh

Anak di Bawah Umur Tewas Ditembak Polisi, Samsibar Minta Keadilan

MAKASSAR, TEKAPE.co – Samsibar Daeng Timo, meminta agar pelaku penembakan yang menewaskan anaknya, Syamsul Alam (16) segera diadili dan diberikan hukuman setimpal.

Hal itu diungkapkan Samsibar, saat melakukan aksi unjuk rasa bersama Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduki Hukum di di Flyover Makassar, Senin 5 Februari 2018.

“Saya tidak bisa menerima begitu saja apa yang menimpa anak saya,” ungkapnya.

Samsibar menceritakan bahwa insiden penembakan itu terjadi pada Jumat 8 Desember 2017 lalu, sekira pukul 21.40 wita. Saat itu, anaknya sedang mendorong motor karena bensin motor itu habis.

Saat melintas di depan tempat pesta kawinan, Syamsul dicurigai mencuri motor. Padahal Saymsul bukanlah pencuri motor seperti yang dituduhkan. Tak berselang berapa lama polisi datang dan membawa Syamsul.

“Polisi dari Polsek Bajeng berjumlah enam orang datang dan membawa anak saya entah kemana. Pagi hari baru saya mendapat kabar jika anak saya sudah meninggal dan ada di RS Bhayangkara,” terangnya.

Pengakuan polisi, lanjut Samsibar, bahwa anak saya terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri saat penunjukan TKP. Namun ada yang mengganjal, dia di tembak pada bagian keteak satu kali dan punggung dua kali.

“Polisi juga mengatakan jika anak saya sempat dikeroyok, namun setelah saha periksa tidak ada sama sekali bekas, yang ada hanya luka tembakan. Saya sudah laporkan kejadian itu ke Propam namun sampai hari ini belum ada hasil,” tutur Samsibar.

Sementara itu, Kapolrea Gowa, AKBP Shinto Silitongan yang dikonfirmasi mengatakan anggotanya tidak ada niat melakukan penembakan.

“Saat akan melarikan diri, Syamsul mendorong Brigadir Munandar. Dimana saat itu akan dilakukan pengembangan di Kampung Timpopo, Bajeng,” jelas Shinto.

Shinto menambahkan bahwa tindakan tegas itu dilakukan karena semata-mata didorong oleh kondisi situasional yang sedang terjadi saat itu. Setelah penembakan itu, Syamsul langsung dilarikan ke RS Bhayangkara, namun nyawa Syamsul tidak tertolong. (*)

Komentar

Berita Terkait