Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Pansus III DPRD Luwu Timur Studi ke Bandung, Cari Solusi Perlindungan Petani

Pansus III DPRD Kabupaten Luwu Timur saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (ist)

BANDUNG, TEKAPE.coPanitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Luwu Timur melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026), guna mempelajari berbagai program perlindungan dan pemberdayaan petani yang diterapkan pemerintah daerah setempat.

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Pansus III DPRD Luwu Timur, Firman Udding SIP MP, didampingi Wakil Ketua II DPRD selaku koordinator pansus Hj Harisa Suhardjo, Sekretaris Pansus Anto Aprianto, Wakil Pansus Wahidin Wahid, seluruh anggota pansus, serta perwakilan Dinas Pertanian Luwu Timur.

Rombongan diterima langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania.

Dalam pertemuan tersebut, Pansus III banyak membahas soal akses permodalan bagi petani yang dinilai menjadi salah satu faktor utama peningkatan kesejahteraan sektor pertanian.

Firman Udding mengatakan, pemerintah daerah harus hadir memberikan dukungan nyata kepada petani, mulai dari bantuan modal, kartu tani, bantuan sarana dan prasarana hingga program dana bergulir.

“Akses modal sangat penting untuk menjembatani kebutuhan operasional petani sampai masa panen. Jika kebutuhan petani terpenuhi, maka produktivitas dan pendapatan mereka juga akan meningkat,” ujarnya.

Selain persoalan modal, Pansus III juga menaruh perhatian terhadap perlunya sistem stabilisasi harga hasil pertanian agar petani tidak mengalami kerugian saat panen raya.

Menurut Firman, tanpa adanya jaminan harga, petani kerap berada dalam posisi lemah karena harus menjual hasil panen dengan harga murah kepada tengkulak.

“Petani sering terpaksa menjual cepat ketika harga jatuh. Karena itu diperlukan sistem perlindungan harga agar mereka tidak terus dirugikan,” katanya.

Dia menambahkan, Kabupaten Bandung memiliki konsep Pasar Tani yang cukup efektif dalam membantu pemasaran hasil produksi petani lokal sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran.

Pansus III DPRD Luwu Timur berharap konsep serupa dapat diterapkan di Luwu Timur dengan melibatkan BUMD maupun Koperasi Merah Putih sebagai mitra petani.

“Ke depan kita ingin ada gerakan konsumsi beras lokal Luwu Timur. Bahkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah diharapkan ikut membeli hasil produksi petani lokal,” tutup Firman. (up)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini