Kemarau Diprediksi Datang Agustus, Ribuan Hektare Sawah di Bulukumba Terancam
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba mulai mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian pada tahun ini.
Petani diimbau segera menyesuaikan pola tanam guna mengurangi risiko kekeringan dan gagal panen.
Imbauan tersebut disampaikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bulukumba menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Bupati Irwan Terima Kunjungan Kepala BPKP Sulsel, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel
Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Andi Trismiati mengatakan, musim kemarau di wilayah Bulukumba diperkirakan mulai berlangsung pada Agustus 2026.
“Karena itu kami meminta petani segera mempercepat masa tanam agar bisa panen sebelum musim kemarau tiba,” kata Trismiati, Senin (11/5/2026).
Selain mempercepat jadwal tanam, petani juga diminta menggunakan varietas padi genjah atau berumur pendek.
BACA JUGA: Peringati Hari Buruh, Bupati Gowa Talenrang Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja
Jenis padi tersebut dinilai lebih aman karena memiliki masa panen sekitar dua bulan sehingga bisa dipanen sebelum kekeringan terjadi.
Menurut Trismiati, langkah antisipasi tetap perlu dilakukan meski sebagian besar area persawahan di Bulukumba telah dilengkapi jaringan irigasi.
Pasalnya, musim kemarau ekstrem tetap berpotensi menurunkan debit air.
Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Pertanian turut mengerahkan penyuluh pertanian ke sejumlah wilayah guna memberikan edukasi kepada petani terkait pola tanam dan mitigasi menghadapi musim kemarau.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Bulukumba, luas sawah tadah hujan yang berpotensi terdampak kekeringan mencapai 2.074,64 hektare.
Sawah tadah hujan merupakan lahan pertanian yang sepenuhnya mengandalkan curah hujan tanpa sistem irigasi tetap.





Tinggalkan Balasan