Tekape.co

Jendela Informasi Kita

31 Pelajar SMP Gowa Menangis di Mapolres Usai Diamankan Konvoi Bawa Sajam

Sejumlah pelajar SMP yang diamankan usai terlibat konvoi membawa senjata tajam menangis saat dipertemukan dengan orang tua mereka di Mapolres Gowa, Rabu (6/5/2026). (ist)

GOWA, TEKAPE.co – Suasana haru mewarnai Mapolres Gowa, Jalan Syamsuddin Tunru, Kecamatan Somba Opu, Rabu (6/5/2026).

Sebanyak 31 pelajar SMP tak kuasa menahan tangis saat dipertemukan dengan orang tua mereka usai diamankan polisi.

Isak tangis pecah saat para siswa meminta maaf atas keterlibatan mereka dalam aksi konvoi yang viral di media sosial karena membawa senjata tajam.

BACA JUGA: THM Ilegal di Sukamaju Disorot, Pemda Luwu Utara Dinilai Tak Tegas

Para orang tua pun tampak larut dalam emosi, sebagian menangis sambil memeluk anak-anak mereka.

Dalam momen tersebut, terdengar pula suara permintaan maaf dari para pelajar yang diamankan.

Aksi mereka sebelumnya sempat menghebohkan publik setelah terekam melakukan konvoi di jalan poros Pattallassang sambil mengacungkan senjata tajam.

BACA JUGA: Perempuan Pelaku Pengeroyokan Imam Masjid di Palopo Ditahan, 2 Masih Dicari

Informasi yang beredar, para pelajar itu diduga hendak melakukan penyerangan dan bahkan sempat menghadang pengendara lain.

Aksi tersebut kemudian memicu keresahan warga hingga viral di media sosial.

Menindaklanjuti hal itu, Tim Satreskrim bersama Intelkam Polres Gowa bergerak cepat dan mengamankan 31 pelajar pada Selasa malam hingga Rabu (5–6/5/2026).

Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman turun langsung memimpin proses pembinaan terhadap para siswa yang juga dihadiri orang tua dan pihak sekolah.

Di hadapan para pelajar dan orang tua, AKBP Aldy memberikan imbauan tegas sekaligus nasihat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Seluruhnya merupakan pelajar SMP, mulai dari kelas 1, 2, hingga 3,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para pelajar diamankan setelah video konvoi bersenjata tajam mereka viral di media sosial.

“Para pelaku ini melakukan konvoi, bergerombol dan membawa senjata tajam. Ini tentu sangat berbahaya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini