Warga Walenrang Serahkan Senjata Rakitan ke Polisi, Ini Jumlahnya
LUWU, TEKAPE.co – Warga di Kecamatan Walenrang dan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, menyerahkan sejumlah senjata rakitan secara sukarela kepada polisi. Penyerahan ini disebut sebagai bentuk dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan dan mencegah potensi konflik.
Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung mengatakan, senjata tersebut diterima oleh personel Unit Kecil Lengkap (UKL) yang bertugas di sejumlah wilayah rawan.
“Personel UKL 1 yang bertugas di Desa Seba-Seba dan Desa Lamasi Pantai menerima empat pucuk senjata rakitan jenis papporo, dua senjata pelontar atau dum-duman, dua ketapel, dan 12 anak panah busur,” kata Yakobus, Sabtu (2/5/2026).
BACA JUGA: Mahasiswa di Makassar Diciduk Bawa Badik saat Aksi May Day, Disimpan di Jok Motor
Sementara itu, personel UKL 2 yang bertugas di Desa Kalibamamase dan Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, juga menerima tambahan senjata dari warga.
Secara keseluruhan, polisi mengamankan 10 pucuk senjata papporo, dua senjata pelontar, empat ketapel, serta 32 anak panah busur.
Menurut Yakobus, seluruh barang tersebut diserahkan secara sukarela melalui aparat pemerintah setempat untuk diamankan pihak kepolisian. Ia menyebut langkah ini penting untuk menekan potensi tawuran maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
BACA JUGA: Baru Seumur Jagung, Irigasi Ballasaraja Rusak, Petani Keluhkan Pengerjaan Asal-asalan
Kapolres Luwu, Adnan Pandibu, menegaskan penyerahan senjata rakitan itu merupakan hasil pendekatan persuasif yang dilakukan jajarannya.
“Kami terus mengedepankan langkah dialogis dan pembinaan kepada warga agar bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” ujarnya.
Ia juga menilai meningkatnya kesadaran masyarakat tidak terlepas dari peran aktif personel Bhabinkamtibmas yang rutin melakukan sambang dan komunikasi dengan warga.
Selain itu, patroli rutin di titik rawan konflik juga terus ditingkatkan melalui personel UKL.
“Kami mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, dan elemen warga untuk memperkuat siskamling serta menolak segala bentuk kekerasan,” tambahnya.
Adnan mengapresiasi langkah warga yang secara sukarela menyerahkan senjata rakitan. Ia berharap hal tersebut menjadi awal terciptanya situasi yang aman dan damai di wilayah Walenrang dan Walenrang Timur.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat dan polisi bersinergi, maka stabilitas wilayah bisa terus terjaga,” tandasnya.(*)





Tinggalkan Balasan