Warga Palopo Keluhkan Harga LPG 3 Kg Rp 40 Ribu, Dinas Koperindag Klaim Sudah Lakukan Pengawasan
PALOPO, TEKAPE.co – Warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Selain sulit didapatkan, harga di tingkat pengecer juga mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp40 ribu per tabung.
Kelangkaan LPG 3 kg tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Kota Palopo.
BACA JUGA: Harga Gas Melon di Palopo Capai Rp 40 Ribu, Warga Kritik Pengawasan Pemerintah
Warga mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain untuk mendapatkan gas melon karena stok di tingkat pangkalan maupun pengecer cepat habis.
Salah seorang warga, Rahmawati (32), mengatakan kondisi ini sangat memberatkan masyarakat kecil, terutama pelaku usaha rumahan dan warga yang bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Biasanya masih gampang didapat dengan harga sekitar Rp 20 ribuan sampai Rp 25 ribu. Sekarang susah sekali dicari, kalaupun ada di pengecer harganya sampai Rp 40 ribu,” kata Rahmawati beberapa waktu lalu.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopdagrin) Kota Palopo mengklaim telah melakukan sejumlah langkah pengawasan di lapangan untuk memastikan distribusi LPG subsidi tetap sesuai aturan.
Kepala Dinas Koperindag Palopo, Munasirah mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan agen LPG agar menegaskan kepada seluruh pangkalan untuk tidak menyalurkan tabung subsidi kepada pengecer.
Selain itu, pihaknya juga melakukan penyisiran ke sejumlah pangkalan di wilayah Kota Palopo guna memantau langsung proses distribusi LPG 3 kg kepada masyarakat, khususnya untuk rumah tangga dan usaha mikro.
“Di lapangan kami sudah melakukan koordinasi kepada agen LPG untuk menyampaikan kepada seluruh pangkalan agar tidak menjual ke pengecer. Kami juga melakukan penyisiran untuk memantau distribusi ke masyarakat,” ujar Munasirah, Kamis (4/6/2026).
Ia mengakui di lapangan masih ditemukan pengecer yang menjual LPG 3 kg dengan harga bervariasi, bahkan mencapai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.
Kondisi ini disebut terjadi akibat adanya oknum yang memanfaatkan situasi kelangkaan untuk mencari keuntungan.
“Awalnya untuk rumah tangga, tapi karena melihat ada sisi keuntungan dari keadaan ini, akhirnya muncul pengecer-pengecer yang menjual kembali dengan harga bervariasi,” jelasnya.
Munasirah menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama aparat kepolisian untuk menertibkan pengecer LPG 3 kg yang dinilai meresahkan masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga menegaskan akan memberikan rekomendasi sanksi administratif kepada agen apabila ditemukan pangkalan yang tidak menyalurkan LPG sesuai peruntukan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Jika ada pangkalan yang tidak mendistribusikan sesuai aturan, kami akan merekomendasikan agen untuk memberikan sanksi administratif,” tegasnya.
(Rindu)






Tinggalkan Balasan