Wabup Sidoarjo Dorong Kampung Lali Gadget Jadi Model Edukasi Anak
“Pembelajaran tidak hanya dapat dilakukan di luar sekolah, tetapi juga bisa diterapkan di lingkungan sekolah dengan memaksimalkan fasilitas yang ada,” jelasnya.
Di sisi lain, pendiri Kampung Lali Gadget, Achmad Irfandi, menjelaskan bahwa program tersebut hadir sebagai respons atas kekhawatiran terhadap penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak.
“Kami ingin mengembalikan dunia anak ke dunia bermain yang sesungguhnya. Di sini, anak-anak belajar kebersamaan, kreativitas, dan kearifan lokal melalui permainan tradisional seperti dakon, egrang, gobak sodor, dan bakiak panjang,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Anindiya (5), siswa TK Dharma Wanita Persatuan Wedoro Waru, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang bermain bakiak panjang di sini,” ujarnya singkat.
Melalui pengembangan wahana ODL berbasis permainan tradisional ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu membangun karakter, kesehatan fisik, serta keterampilan sosial di tengah perkembangan era digital.
(Daulat)





Tinggalkan Balasan