oleh

Trauma Longsor, Warga Minta Bupati Luwu Timur Tutup Aktifitas Tambang PT PUL

MALILI, TEKAPE.co – Aktifitas tambang nikel milik PT Prima Utama Lestari (PUL) di sekitar Desa Ussu Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, kembali dipersoalkan warga setempat.

Pasalnya, warga di Dusun Salo Ciu, Desa Ussu, Kecamatan Malili, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Salo Ciu Bersatu mengaku trauma dengan longsor akibat aktifitas tambang tersebut.

Sebab beberapa tahun lalu, dusun itu diterjang bencana longsor, yang mengakibatkan 4 rumah warga rusak parah, tepat di bawah kaki gunung penambangan PT PUL.

Untuk itu, warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Salo Ciu Bersatu bersurat kepada Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, untuk mendesak agar menutup aktivitas tambang PT PUL.

Surat permintaan tersebut tertuang dalam surat yang ditujukan ke Bupati Luwu Timur, tertanggal 10 Maret 2020, yang ditandatangani Ketua Forum Masyarakat Salo Ciu Bersatu, Abdul Thalib Patuwo dan Sekretaris Rusli Abdul Rahim.

Menurutnya, keberadaan tambang tepat di belakang pemukiman warga Dusun Salo Ciu itu, sangat mengancam keselamatan warga.

“Lokasi aktivitas tambang terletak di atas gunung, sementara pemukiman kami berada di kaki gunung. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan, tentu kekhawatiran akan terjadi bencana longsor makin besar,” pungkasnya.

Apalagi, beberapa tahun lalu telah terjadi longsor. Sehingga warga trauma dengan kejadian serupa.

Ia mengatakan, semenjak keberadaan aktivitas tambang tersebut, setiap musim hujan, air disertai lumpur mengalir masuk ke pemukiman warga.

“Kejadian ini menjadi kekhawatiran kami, sehingga warga menjadi tidak nyaman dan takut tinggal di rumahnya,” terang Thalib, dalam surat itu.

Oleh sebab itu, warga minta Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler untuk menutup aktivitas tambang PT PUL.

“Kami meminta dengan harmat kepada bapak Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, agar menghentikan aktifitas tambang di atas pemukiman kami,” pintanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT PUL. (*)

Komentar

Berita Terkait