Toraya Ma’Gellu 2026 Ditutup Meriah, Tarian ‘Tau-Tau Ke’Sunga’ Curi Perhatian Ribuan Penonton
RANTEPAO, TEKAPE.co – Ribuan masyarakat memadati Gedung Art Center Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, pada malam penutupan Toraya Ma’Gellu 2026, Sabtu (20/6/2026).
Event budaya yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu berlangsung meriah dengan menampilkan puluhan sanggar seni dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari Sanggar Seni Sanginaa, Toraja Utara.
Mereka membawakan kolaborasi tari modern dan tradisional bertajuk “Tau-Tau Ke’Sunga”, yang dalam dialek Toraja berarti “orang-orangan bernyawa”.
Atraksi tersebut berhasil memukau para penonton melalui perpaduan gerak tari yang dinamis, konsep artistik yang kuat, serta sentuhan budaya Toraja yang dikemas secara modern.
Toraya Ma’Gellu 2026 menghadirkan sekitar 32 sanggar seni dan budaya dari berbagai kabupaten, provinsi, hingga luar Sulawesi, termasuk Kalimantan Timur dan Pulau Jawa.
Event ini menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan berbagai ekspresi seni Nusantara dalam satu panggung.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Toraja Utara, Frederick Viktor Palimbong, Ketua MASATA Toraja Utara, Damayanti Batti, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pariwisata, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Frederick Viktor Palimbong menyampaikan apresiasinya atas suksesnya penyelenggaraan Toraya Ma’Gellu yang kini menjadi salah satu event budaya unggulan nasional.
“Kita bangga karena Toraya Ma’Gellu masuk dalam Karisma Event Nusantara. Kehadiran puluhan sanggar dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Toraja menjadi ruang pertemuan budaya yang luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang setiap tahun dan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif, UMKM, serta pelestarian budaya lokal dan Nusantara.
Selama dua hari pelaksanaan, kawasan Art Center dan Alun-Alun Rantepao dipadati pengunjung yang tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga memadati lapak-lapak UMKM yang turut meramaikan event tersebut.
Toraya Ma’Gellu 2026 sendiri mengusung tema “Harmony in Motion” atau Harmoni dalam Gerak, yang menekankan kolaborasi budaya, pelestarian tradisi, dan penguatan ekonomi kreatif melalui seni pertunjukan.
Acara kemudian ditutup dengan closing ceremony dan pertunjukan musik yang menandai berakhirnya rangkaian Toraya Ma’Gellu 2026. (Erlin)






Tinggalkan Balasan