oleh

TMMD di Lutra, TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Bronjong di Sungai Patila

LUTRA, TEKAPE.co – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 115 Kodim 1403/Palopo bergotong royong bersama warga membangun Bronjong di bantaran Sungai Patila, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kamis, 28 Oktober 2022.

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu Wujud ‘Kemanunggulan TNI dengan Rakyat dan Mampu Mengatasi Kesulitan Rakyat Sekelilingnya’.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil 12 Bone-bone, Kapten Cba Sudirman, mengatakan pembangunan bronjong ini adalah salah satu sasaran Fisik TMMD Kodim 1403/Plp dan melibatkan 21 personil TNI.

“Untuk Sasaran Fisik kali ini sebanyak 6 titik dan semuanya berada di Kabupaten Luwu Utara yang melibatkan 110 personil TNI. Sementara untuk target Pembuatan Bronjong di sungai Patila ini sepanjang 77 meter dan harus selesai sebelum tanggal 9 November 2022,” ujar, Kapten Cba Sudirman.

Lanjut, Kapten Cba Sudirman, menyampaikan pengerjaan Bronjong sudah memasuki hari ke 17 untuk hasil yang telah dicapai 81,34 persen.

“Kita optimis target pembangunan Bronjong akan selesai sesuai alokasi waktu karena Personil masih semangat ditambah lagi Antusias warga sangat tinggi untuk ikut dalam membantu pembuatan Bronjong,” katanya.

Selain pembangunan Bronjong, Kapten Cba Sudirman, menyebutkan, terdapat beberapa program yang tersebar di 5 titik lokasi diantaranya, di Desa Mulyorejo, Kecamatan Sukamaju Selatan, Pembuatan Talud Jalan sepanjang 525 Meter dengan Hasil 72,38 persen, Desa Pincepute, Kecamatan Malangke, Pembuatan Talud Jalan sepanjang 311 Meter dengan Hasil 78,13 persen.

Kemudian, Desa Mekarjaya, Kecamatan Mappedeceng Pembuatan Drainase sepanjang 126 Meter dengan Hasil 84,12 persen, Desa Torada, Kecamatan Masamba Pembuatan Bronjong sepanjang 85 Meter dengan Hasil 98,98 persen, dan Desa Mario, Kecamatan Baebunta Pembuatan Talud Jalan sepanjang 190 dengan Hasil 100 persen.

Sementara itu, Warga Desa Patila, Sugeng, mengaku sangat senang dengan adanya Pembuatan Bronjong yang dilakukan oleh TNI karena selama ini apabila terjadi hujan yang cukup lama, Warga sekitar sangat resah dan takut akan terjadinya Erosi tanah disekitar jembatan yang bisa menyebabkan jembatan mengalami kerusakan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

“Dengan adanya pembuatan Bronjong yang dilakukan oleh Bapak-bapak TNI, sekarang Warga sudah tidak resah lagi akan terjadinya Erosi Tanah yang berada dipinggir sungai, dimana dulunya sering terjadi longsor apabila hujan deras mengguyur,” tandasnya.

(rindu)

Komentar

Berita Terkait