oleh

Target 0% Kawasan Kumuh, Pemkot Palopo Galang Badan Usaha

PALOPO, TEKAPE.co – Penanganan kawasan kumuh di Kota Palopo mulai dikolaborasikan dengan badan usaha.

Upaya tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi target 0 persen areal kumuh di Kota Palopo pada tahun 2019.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappeda, Firmanza DP saat Kick Off Meeting Program iCARE-Palopo, di Auditorium Saokotae Palopo, Jumat 27 September 2019.

Menurut Firmanza, upaya kolaborasi dengan badan usaha dilakukan, mengingat sumber pembiayaan pemerintah tidak memadai untuk menuntaskan target pengurangan kumuh perkotaan hingga 0 persen sampai akhir Desember 2019.

Dijelaskan Firmanzah, saat ini masih menyisakan 20 hektar areal kumuh yang belum dituntaskan.

Skema pembiayaan yang selama ini dilakukan pada rentang tahun 2015-2018 adalah melalui NUSP, dan kemudian tahun ini melalui KOTAKU.

Kemudian, APBD Kota Palopo juga dialokasikan untuk mendukung kedua program tersebut. Namun demikian, program-program ini memang masih butuh dukungan sumber pembiayaan tambahan.

“Sekali lagi kami sampaikan bahwa semua ini merupakan upaya akselerasi pencapaian target 0 persen kumuh tersebut,” jelas Firmanza.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Palopo, Erdin, mengungkapkan, Bappeda tahun ini menginisiasi sebuah program baru yang menggalang upaya kolaborasi tripel helix antara pemerintah, warga dan dunia usaha.

“Program ini disebut program iCARE-Palopo, yang merupakan akronim dari Inisiasi Coorporate Social Responsibility (CSR) dalam Penanganan Kawasan Kumuh Kota Palopo,” jelas Erdin.

Program iCARE-Palopo ini, lanjut Erdin, substansinya adalah menggugah kepedulian dunia usaha untuk turut serta dalam upaya penanganan kumuh di Palopo.

“Alhamdulillah, beberapa perusahaan sudah memberikan komitmennya dalam program ini melalui dana CSR yang mereka miliki,” terang Erdin.

Walikota Palopo HM Judas Amir, pada KickOff yang dirangkaikan dengan Diskusi Tematik Kota Tanpa Kumuh tersebut, mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di Palopo untuk peka dengan situasi dan kondisi warga Palopo.

“Salah satu yang menjadi perhatian khusus kita adalah kondisi warga pesisir, yang masih banyak hidup di areal kumuh. Dan ini yang penjadi pekerjan rumah kita untuk di tuntaskan,” tegas Judas Amir.

Judas juga menyampaikan upaya yang dilakukan pemerintah dengan melibatkan dunia usaha bukan hanya untuk kepentingan kelompok namun demi kepentingan masyarakat dimana dunua usaha juga haru punya peran terhadap perbaikan taraf hidup masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Kepala Cabang Bank Sulselbar Kota Palopo, Ruslan, yang hadir dalam diskusi ini mengungkapkan, dukungan dunia usaha terhadap Kota Palopo akan terus diberikan guna membantu proses pembangunan dan mendukung visi Kota Palopo.

Turut hadir dalam Kick Off dan Diskusi Tematik sejumlah pimpinan BUMN, BUMD dan perusahaan perusahaan lainnya. (hms)

Komentar

Berita Terkait