Tak Terima Dimarahi di Lokasi Proyek, Operator Ekskavator Diduga Tewaskan WNA Asal China di Rongkong
LUWU UTARA, TEKAPE.co – Seorang operator ekskavator berinisial MIE (26) diamankan aparat Kepolisian Resor Luwu Utara setelah diduga menganiaya seorang warga negara asing (WNA) asal China hingga meninggal dunia di lokasi proyek pelebaran jalan di Dusun Kanan Dede, Desa Kanan Dede, Kecamatan Rongkong, Jumat (17/7/2026).
Pelaku adalah warga Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, yang juga diketahui tinggal di BTN Baebunta, Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.
Insiden maut tersebut diduga dipicu perselisihan antara operator alat berat dengan korban yang diketahui merupakan pengawas proyek.
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Kadek Andi Pradnyadana, mengatakan kronologi awal kejadian masih berdasarkan keterangan terduga pelaku yang saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Menurutnya, sekitar pukul 11.20 WITA, pelaku sedang mengoperasikan ekskavator saat korban datang dalam kondisi marah.
Keduanya kemudian terlibat adu mulut. Namun, pelaku mengaku tidak memahami ucapan korban karena terkendala bahasa.
“Pelaku mengaku kemudian membesarkan volume musik di dalam kabin ekskavator dan menghentikan alat berat tersebut. Korban lalu naik ke atas ekskavator dan menampar kepala pelaku satu kali. Pelaku membalas dengan menendang korban,” ujar AKP Kadek.
Setelah tendangan tersebut, korban disebut masih memegang handel ekskavator sebelum akhirnya terjatuh.
Pada saat bersamaan, ekskavator diduga berputar sehingga bucket mengenai bagian wajah korban.
Tak berhenti di situ, saat pelaku berusaha memarkirkan alat berat, korban diduga kembali terlindas ban belakang ekskavator.
Pelaku mengaku tidak menyadari korban terlindas. Usai memarkirkan ekskavator, ia langsung meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor menuju rumahnya di Kecamatan Sabbang.
Sesampainya di rumah, pelaku menghubungi ayahnya dan menceritakan peristiwa tersebut.
Tak lama kemudian, Bhabinkamtibmas Polsek Rongkong datang menjemput pelaku dan membawanya ke Polres Luwu Utara untuk dimintai keterangan.
AKP Kadek menambahkan, berdasarkan pengakuan pelaku, tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut karena lokasi proyek berada jauh dari permukiman warga.
Korban WNA tak Didampingi Penerjemah
Selain itu, korban yang merupakan WNA asal China disebut tidak didampingi penerjemah, sehingga komunikasi antara korban dan pelaku tidak berjalan dengan baik.
Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi sebenarnya, termasuk mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta menunggu hasil autopsi terhadap korban.
“Seluruh keterangan yang ada saat ini masih merupakan pengakuan dari terduga pelaku. Penyidik masih mendalami fakta-fakta di lapangan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” kata AKP Kadek.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas lengkap korban belum diumumkan oleh pihak kepolisian. Kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Luwu Utara. (Accy)






Tinggalkan Balasan