oleh

Tak Terawat, Komunitas Anak Muda di Palopo Terpanggil Bangun Gerakan Bersih-bersih Situs Bersejarah

PALOPO, TEKAPE.co – Situs-situs bersejarah banyak terabaikan zaman. Banyak benda dan bangunan yang sarat dengan nilai sejarah terbaikan. Apalagi di tengah pandemi yang membatasi orang bergerak.

Bahkan, lingkungan istana Kedatuan Luwu pun tampak relatif tak terawat. Hal itu dapat dilihat dari lingkungan kompleks Istana Kedatuan Luwu yang banyak ditumbuhi reremputan liar.

Selain lingkungan istana, beberapa situs sejarah Kerajaan Luwu juga menjadi tidak terawat akibat tidak adanya aktivitas untuk melestarikan tempat bersejarah ini.

Melihat kondisi itu, sekumpulan anak muda di Palopo, yang menamakan diri mereka Komunitas Pemerhati Pusaka Pamussa Tana Toddang, terpanggil untuk turut andil merawat benda bersejarah, termasuk membersihkan lingkungan istana.

Gerakan bersih-bersih itu diinisiasi oleh Ady Sulolipu, bersama dengan sekumpulan anak muda lainnya.

Mereka melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan Istana Kedatuan Luwu, Sabtu 21 Agustus 2021.

Ikon yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Palopo, berupa patung badik ‘Toddopuli Temmallara’ yang ada di lingkungan istana Kedatuan, turut dibersihkan.

Mereka melakukan pengecatan ulang, agar kembali terlihat baru, dan kembali memancarkan semangat ikon bersejarah, perlawanan rakyat Luwu itu.

Tidak hanya patung badik yang mendapat perhatiaan, para pemuda ini, di lingkungan istana pun turut dibersihkan.

Terlihat dari rumput yang telah dipangkas dan beberapa tanaman yang ditata ulang.

“Target dari pembersihan ini adalah tiga hingga tujuh hari. Gerakan ini juga bertujuan untuk memotivasi generasi muda, agar terlibat dalam menjaga dan melestarikan istana Kedatuan Luwu,” ujar Ady.

Tidak hanya sampai disitu, nantinya, kegiatan ini akan berlanjut di beberapa situs lain milik Kedatuan Luwu, yang hampir terlupakan. (***)

Komentar

Berita Terkait