Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Tak Satu pun Daerah Raih Adipura 2025, Bupati Irwan Ingatkan Terus Jaga Kebersihan Lingkungan

Tempat pembuangan sampah sementara yang disiapkan DLH di wilayah Trans Malili. Setiap penuh, DLH akan mengangkut ke TPA. (ist)

MALILI, TEKAPE.co – Sorotan terhadap Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang tidak meraih Piala Adipura pada penilaian tahun 2025 belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Namun, fakta terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya Luwu Timur yang tidak mendapatkan penghargaan tersebut.

Berdasarkan hasil Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2025 yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup, tidak ada satu pun kabupaten maupun kota di Indonesia yang dinyatakan memenuhi kriteria penerima penghargaan Adipura.

Penilaian tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 126 Tahun 2026 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah di Kabupaten/Kota.

Dalam dokumen hasil penilaian yang dilakukan dari Januari hingga Desember 2025 itu disebutkan, baik kategori Adipura Kencana maupun Adipura tidak memiliki penerima.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Umar Dalle, menjelaskan bahwa ketatnya kriteria penilaian menjadi salah satu faktor utama tidak adanya daerah yang berhasil meraih penghargaan tersebut.

“Seluruh kabupaten/kota di Indonesia tidak ada yang memenuhi kriteria sesuai hasil penilaian tim Kementerian Lingkungan Hidup RI,” kata Umar Dalle, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, standar penilaian tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah diwajibkan memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Beberapa persyaratan yang menjadi penilaian antara lain kewajiban memiliki fasilitas pabrik pengolahan sampah, tenaga kebersihan dengan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih, serta tidak diperbolehkannya lagi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di sudut-sudut permukiman warga.

Di Luwu Timur sendiri, tidak diraihnya Adipura sempat menjadi sorotan sejumlah pihak. Bahkan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Luwu Timur menyesalkan hal tersebut dalam pandangan fraksi saat rapat paripurna DPRD pekan ini.

Padahal, sebelumnya Kabupaten Luwu Timur dikenal sebagai salah satu daerah yang cukup konsisten meraih penghargaan Adipura, dengan torehan lima kali berturut-turut pada tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak seharusnya hanya dilakukan demi meraih penghargaan.

Hal itu ia sampaikan saat kegiatan Safari Ramadan di Malili, Jumat (6/3/2026).

“Kebersihan itu wajib, bukan untuk penilaian Adipura, karena kita memang harus peduli dengan kebersihan,” ujar Irwan.

Ia menegaskan, kesadaran menjaga kebersihan harus menjadi budaya masyarakat, bukan sekadar upaya mengejar penghargaan tahunan.

“Jangan karena Adipura kita baru mau bersihkan lingkungan. Tanpa Adipura pun kita harus biasakan lingkungan kita bersih,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini