oleh

Soal PHK Karyawan, Ini Klarifikasi Dealer Honda TDM Palopo

PALOPO, TEKAPE.co – Dealer resmi Honda, PT Tunas Dwipa Matra (TDM) Cabang Palopo memberikan klarifikasi terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap salah satu karyawannya, Eka Saptarina.

Kepala Cabang TDM Palopo, Ketut Sudana, dalam rilisnya, Selasa 28 April 2020, membantah jika Eka baru aktif bekerja per 20 Maret.

Ia menjelaskan, jika yang bersangkutan telah aktif bekerja terhitung sejak 1 Maret 2020, atau dan dan gaji di bulan Maret, dibayar full, sesuai yang tertera dalam kontrak kerja tenaga penjual.

“Soal masa kontrak, juga tidak benar jika sampai 3 bulan. Kontraknya juga sudah berjalan 45 hari, terhitung 1 Maret – 15 April 2020. Statusnya adalah karyawan kontrak. Ini dimuat dalam perjanjian pasal 9 ayat 2 a dan c. Masa kontrak yang bersangkutan tidak benar jika 3 bulan,” terangnya.

BACA JUGA:
Karyawan Dealer Honda TDM Palopo Di-PHK Tanpa Pesangon

Ketut juga menjelaskan, yang bersangkutan juga telah dibantu merekrut tim sebelum terangkat, agar pencapaian target dapat terpenuhi dan syarat lainnya tercapai dan sesuai kontrak kerja.

“Penjelasan target sudah disampaikan pada saat yang bersangkutan masuk melamar kerja, dibuktiikan dengan tanda tangan surat pernyataan bahwa mengerti target yang ditetapkan,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, yang bersangkutan baru menandatangani surat penguduran diri tertanggal 15 April 2020, dengan bukti ada di surat pengunduran diri. Sementara gaji telah dibayar setengah bulan atau 15 hari.

“Karyawan bersangkutan juga tanpa paksaan membuat surat pengunduran diri,” tandas Ketut.

Ia menjelaskan, sudah ada di kontrak kerja yang telah ditandatangangani kedua belah pihak di atas matrai, pasal 5 ayat 4, yang menyebutkan, jika dalam evaluasi pihak kedua, karyawan tidak mencapai standar yang telah ditentukan, maka para pihak sepakat secara bersama-sama mengakhiri hubungan kerja dan Pasal 9.2a yang bunyinya: Pihak kedua / karyawan tidak mencapai standar evaluasi kerja yang ditentukan sesuai pasal 5 ayat (4).

“Soal kontrak yang tidak langsung dipecat jika tidak capai target, ini adalah asumsi pekerja tanpa didasari oleh bukti yang menguatkan, karena sesuai bukti surat pernyataan tertera dengan jelas bahwa akan dievaluasi setiap bulannya,” jelasnya.

BACA JUGA:
Data Disnaker Palopo: 1.087 Karyawan Dirumahkan dan 75 Di-PHK Selama Covid-19

Ketut menjelaskan, memang ada penjualan selama Maret, namun hanya 6 unit dari target 48 unit/bulan, dan itu sudah tercatat kedalam teamnya atas nama Wahyudi, yang insentifnya masuk ke yang bersangkutan.

“Soal biaya transportasi ke Makassar, itu untuk mengikuti seleksi psikotest, bukan training, dimana biaya psikotest itu dibayar oleh perusahaan,” jelasnya. (*)

Komentar

Berita Terkait