oleh

Sepulang Dari Pemakaman Satpam Kejari Palopo, Puluhan Diduga Pengantar Jenazah Serang Kampus dan Sekretariat Mahasiswa

PALOPO, TEKAPE.co – Ratusan warga mengantar jenazah Satpam Kejari Palopo, Abdul Azis, menuju TPU di Salubulo, Kota Palopo, Jumat 22 Juli 2022.

Usai disalatkan di Mesjid Agung Palopo, ratusan warga memadati Jalan Trans Sulawesi menuju ke pemakaman security yang merupakan purnawirawan TNI tersebut.

Namun sepulang dari pemakaman, ratusan orang yang diduga pengatar jenazah menyerang sedikitnya tiga titik.

Tiga lokasi tersebut adalah Kampus Unanda di Jalan Sultan Hasanuddin, Asrama Hikmah Lutra di Jalan Pontiku, dan Kampus Unanda di Jalan Tandipau.

Dari pantauan Tekape.co, saat pengantar jenazah lewat di depan Kampus Unanda, ratusan warga sempat berhenti dan berteriak: “Bakar, bakar.”

Sejumlah warga juga melempari kampus tersebut dengan batu. Tampak pula istri almarhum melemparkan kayu ke dalam halaman Kampus tersebut.

Beruntung, pihak kepolisian dapat meredam insiden tersebut.

Tak hanya di Kampus Unanda yang diserang, usai Jenazah Abdul Azis dimakamkan, puluhan orang tak dikenal kembali melakukan penyerangan di Kampus Unanda, di Jalan Tandipau, Kota Palopo.

Sejumlah kaca bangunan pecah dan juga sekretariat mahasiswa di belakang kampus dirusak.

Kemudian, Asrama Himpunan Mahasiswa Luwu Utara (Hikmah Lutra) juga diserang oleh warga, yang diduga dari pengantar jenazah Abdul Abdul Azis.

Asrama tersebut dihujani batu hingga sejumlah kaca pecah, dan pintu rusak.

Tak berselang kemudian, ratusan keluarga alm Abdul Azis, kembali mendatangi Mapolres Palopo.

Ratusan keluarga korban, mencari sejumlah mahasiswa yang sebelumnya diamankan polisi pasca unjuk rasa yang menelan korban nyawa di Kejari Palopo, Kamis 21 Juli 2022 siang kemarin.

Di depan Mapolres Palopo, keluarga korban berteriak menuntut agar dapat diperlihatkan para mahasiswa yang telah diamankan.

Kapolres Palopo, AKBP Muh Yusuf Usman, mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan di sejumlah kampus, sekretariat mahasiswa, dan titik-titik rawan lainnya.

“Kita meningkatkan pengamanan di kampus-kampus yang ada di Kota Palopo, termasuk sekret- sekret kita akan amankan, kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia juga telah koordinasi dengan rektor Unanda, agar aktivitas di kampus untuk sementara ditiadakan dulu.

Kapolres Palopo juga telah mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban, agar mempercayakan kepada pihak Kepolisian untuk diproses dan ditindak lanjuti perkara tersebut.

Pengamanan ini akan terus berlangsung hingga situasi kembali kondusif.

“Kita akan terus melakukan pengamanan, terutama pada titik-titik yang telah disebutkan tadi, dan kita akan tetap terus melakukan imbauan kepada masyarakat,” pungkasnya. (rindu)

Komentar

Berita Terkait