Sempat Makan Malam dan Telepon Kekasih, ART di Makassar Ditemukan Tewas Keesokan Harinya
MAKASSAR, TEKAPE.co – Seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Patrielen Fergosen (37), warga Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah majikannya di Kompleks Perumahan Azalea Blok A No. 31, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sabtu (27/6/2026) pagi.
Korban pertama kali ditemukan oleh rekan sesama ART bernama Helin sekitar pukul 08.10 Wita. Saat itu, Helin berusaha membangunkan korban, namun mendapati tubuh korban sudah dalam kondisi dingin dan kaku.
Sebelumnya, pada Jumat (26/6) sekitar pukul 20.00 Wita, korban masih sempat makan malam bersama Helin. Setelah itu keduanya beristirahat di kamar masing-masing. Korban juga diketahui sempat menelepon seseorang yang diduga merupakan kekasihnya sebelum tidur.
BACA JUGA: 2 Kurir Sabu Makassar-Pekanbaru Ditangkap, Polisi Sita 4,36 Kg Narkoba
Menyadari korban tidak merespons, Helin langsung memanggil majikan mereka, Evi Tungmiharja. Keduanya kemudian memeriksa kondisi korban sebelum menghubungi ambulans yang membawa jenazah ke RS Hermina Makassar untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Polisi yang menerima laporan sekitar pukul 08.15 Wita langsung mendatangi lokasi. Personel Polsek Panakkukang bersama Tim Reskrim, Resmob, Samapta Polrestabes Makassar, dan Tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni membenarkan adanya peristiwa tersebut.
BACA JUGA: Menyamar Jadi Perempuan, Buruh Bangunan di Bulukumba Bobol Kios dan Gasak Rokok
“Iya benar,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (27/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban meninggal dunia karena sakit. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Untuk hasil sementara penyebab kematian diduga karena sakit,” ujarnya.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait rencana autopsi. Namun, pihak keluarga yang diwakili Marselinus Sentis menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat penolakan.
Rencananya, jenazah Patrielen akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu malam menggunakan pesawat.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Panakkukang. Polisi menyebut belum menemukan indikasi awal yang mengarah pada tindak pidana, meski proses penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur. (*)






Tinggalkan Balasan