Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Viral! Sopir Durian Ngaku Diminta Rp 600 Ribu Urus KIR oleh Oknum Dishub Palopo

Tangkap layar video memperlihatkan oknum petugas Dishub Kota Palopo, saat berinteraksi dengan sopir angkutan barang. Sopir tersebut mengaku diminta membayar Rp 600 ribu untuk mengurus uji KIR.

PALOPO, TEKAPE.co – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.

Dalam video itu, seorang sopir pengangkut durian mengaku diminta membayar Rp 600 ribu untuk pengurusan uji KIR.

Video berdurasi 43 detik tersebut diunggah oleh akun Facebook Ikhwan Muhammad dan diketahui direkam di Jalan Lingkar Kota Palopo pada Sabtu (27/6/2026).

BACA JUGA: Anggaran Ada, Seragam Tak Kunjung Dibagikan, Janji Wali Kota Palopo Disorot

Dalam rekaman itu, sopir mengaku diminta membayar Rp 600 ribu agar uji KIR kendaraan angkut barangnya dapat diproses oleh oknum petugas.

Namun, sopir tersebut menolak permintaan itu karena menganggap biayanya tidak masuk akal.

Ia memilih mengurus sendiri proses penerbitan KIR.

BACA JUGA: Munafri Turun Tangan Usut Dugaan Pungli Jabatan Kepsek di Makassar

“Pembikinan KIR Rp 600 ribu di Palopo,” ujar perekam video.

Keterangan yang menyertai unggahan video juga menjelaskan kronologi dugaan pungli tersebut.

“Disuruh bayar Rp 600 ribu buat pengurusan KIR angkutan barang Kota Palopo. Saya bilang saya saja yang urus sendiri karena tidak masuk akal. Jadi dikasih KIR sementara lalu disuruh bayar Rp 150 ribu,” tulis pengunggah.

Video tersebut langsung menyedot perhatian warganet dan menuai beragam komentar.

“Adduhh.. mana Kadishub Kota Palopo.. apakah cuma tinggal diam melihat bawahannya di lapangan berbuat begini,” tulis akun Torang Utara.

“Kentara sekali bilang mau ji uang. Padahal mungkin tdk ada aturan nya begitu,” komentar akun Nur Ainhy Tasri.

Sementara akun Kasmin Rahmat berkomentar singkat, “Mau makan durian kasian.”

(Rindu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini