Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Sejumlah Babi Mati Mendadak, Wabah Dugaan ASF Kembali Hantui Peternak di Toraja Utara

Peternak di Toraja Utara memeriksa kondisi ternak babi yang dilaporkan mati mendadak, diduga akibat serangan virus African Swine Fever (ASF) yang kembali mengancam. (Erlin/tekape.co)

“Dedak asli itu halus dan mudah larut dalam air. Tapi yang saya beli teksturnya kasar dan tidak mudah larut. Ini sangat mencurigakan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Pertanian Toraja Utara berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko penyedia pakan ternak guna memastikan kualitas produk yang beredar tetap terjaga.

Sebagai catatan, pada tahun 2023 lalu, sedikitnya 105 ekor babi di Toraja Utara dilaporkan mati akibat dugaan paparan virus ASF.

Pemerintah daerah saat itu juga sempat memberlakukan pembatasan lalu lintas ternak babi dari luar daerah.

Virus ASF sendiri diduga masuk ke Toraja Utara sejak April 2023 dari sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Tengah, Luwu Timur, dan Luwu Utara.

Hingga kini, belum ditemukannya vaksin untuk virus tersebut membuat para peternak terus dihantui ancaman kerugian, di tengah tingginya permintaan daging babi di pasaran.

Pada masa wabah sebelumnya, harga babi bahkan sempat melonjak drastis, dari kisaran Rp4 juta menjadi Rp7 juta per ekor, akibat terbatasnya stok di pasar.

Pemerintah daerah kini diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan, pengawasan, serta edukasi kepada peternak guna menekan penyebaran penyakit yang kembali mengancam sektor peternakan di Toraja Utara.

(Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini