oleh

Sebulan Sebelum Acara, FKN di Palopo Belum Menggaung

PALOPO, TEKAPE.co – Event yang akan diikuti raja dan ratu se nusantara, Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII tahun 2019 Tana Luwu, dijadwalkan mulai dihelat 6-13 September 2019.

Itu artinya, sudah kurang dari 30 hari lagi pelaksanaan acara akan dihelat. Namun hingga kini, Kamis 8 Agustus 2019, acara yang dipusatkan di Kota Palopo ini belum menggaung.

Setidaknya, masih sangat relatif sedikit alat peraga yang terpampang di jala-jalan protokol di Palopo.

Tak ada reklame FKN terpampang di papan reklame atau billboard besar di Palopo. Begitu juga di tiga kabupaten lainnya di Luwu Raya.

Begitu juga wacana di media sosial di Tana Luwu. Tak banyak pembicaraan tentang FKN. Hampir tak menggaung.

Begitu juga di website pemerintah. Sebut saja di Kementerian Pariwisata (Kemenpar.go.id), tak ada topik soal FKN.

BACA JUGA:
Dimulai 6 September, Intip Jadwal FKN 2019 di Tana Luwu

Hal itu dirasakan salah seorang pemerhati budaya di Palopo, Rudy Rasyid. Ia menyebutkan, FKN ini harusnya digaungkan lebih besar lagi. Sebab FKN ini menjadi siri’na wija to Luwu.

“Ini sisa sebulan lagi. Belum ada gaungnya. Masih sepi dibicarakan di Palopo. Padahal kita ini sebagai tuan rumah. Ini adalah PR besar bagi seluruh kalangan, utamanya panitia dan pemerintah di empat kabupaten/kota se Tana Luwu,” tandas aktivis Lembaga Penguatan Rakyat Luwu ini.

FKN XIII yang akan dipusatkan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, ini dijadwalkan akan dibuka 9 September 2019 mendatang, harusnya Palopo sudah ter-branding dengan FKN.

“Kita harus belajar dari event FKN sebelumnya di daerah lain. Ini kita akan kedatangan tamu banyak. Sementara sampai saat ini, saya melihat, homestay atau tempat tinggal para tetamu saja belum jelas. LO para kerajaan juga belum ada,” tandas Bayu, sapaan akrab Rudy Rasyid.

Bayu juga mengeritisi kondisi istana Kedatuan Luwu. Menurutnya, istana harus menjadi perhatian. Harus dipoles agar lebih cantik. Sebab di sana akan menjadi pusat kegiatan nanti.

BACA JUGA:
10 Item Kegiatan Bakal Digelar di FKN XIII Tana Luwu

Kurang menggaungnya FKN juga dirasakan salah seorang pekerja seni di Palopo, Ibenk Savoxel. Ia ikut merasakan kurangnya gaung FKN hingga saat ini.

“Padahal ini acara besar. Harusnya sudah menggaung. Sudah jadi pusat pembicaraan,” tandasnya. (rin)

Komentar

Berita Terkait