oleh

Rusuh Antar Karyawan Asing dan Lokal di PT GNI Tewaskan 2 Orang, Kapolda Sulteng Tambah Kekuatan Pengamanan

MORUT, TEKAPE.co – Karyawan lokal dan asing asal Tinongkok di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), Kabupaten Morowali Utara, Sulteng, bentrok, Sabtu (14/1/2023) malam.

Akibatnya, satu Warga Negara Asing (WNA) dan satu Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan tewas.

Atas kerusuhan itu, sebanyak 69 orang yang diduga melalukan pengrusakan fasilitas perusahaan ditahan di Mapolres Morowali Utara.

BACA JUGA:
Tungku Smelter 2 PT GNI Meledak, Tewaskan Dua Orang Karyawan

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Drs Rudy Sufahriadi bersama Danrem 132/Tadulako Brigadir Jenderal (Brigjen ) TNI Toto Nurwanto, langsung turun tangan.

“Kita memastikan agar kejadian ini tidak terulang, dengan meningkatkan pengamanan,” tegas Kapolda, pada konferensi pers terkait persoalan yang terjadi di PT GNI, di Mako Polres Morut, Minggu 15 Januari 2022 pukul 10.30 wita.

Konferensi pers itu bersama Korem, Komandan Kodim 1311/ Morowali Letnan Kolonel (Letkol) Infantri Constantinus Rusmanto, Kapolres Morowali Utara (Morut) AKBP Imam Wijayanto.

“Saya akan sampaikan ada beberapa kejadian yang terjadi di PT GNI. Ini akumulasi dari mulai kecil tiba-tiba menjadi besar,” jelasnya.

Kapolda menegaskan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI, siapa yang meninggal dunia dari TKA. Dan kenapa meninggal dunia,” ujarnya.

Kapolda berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Saat kejadian, diakuinya kekuatan pengamanan sangat minim, dan terjadi di malam hari.

“Sudah kita evaluasi, saya bersama Pak Danrem dan Pak Dandim bersama Kapolres sudah melakukan rapat dengan pihak PT GNI, supaya kejadian ini tidak terulang dan kita mengakomodir kepentingan masyarakat,” tandas Kapolda Sulteng, Rudy Safahriadi.

Kepolisian bersama TNI mengamankan senjata tajam dari pelaku rusuh yang diamankan, di antaranya parang, pisau, senter, uang dan tas dari beberapa pelaku.

Kapolda Sulteng juga menambahkan, saat ini kekuatan pengamanan ditambah untuk memastikan keamanan di Morut bisa tetap terjaga.

“Memang harus saya sampaikan kekuatan pengamanan tadi malam itu sangat minim, dan kita saat ini sudah tebalkan. Semoga ini menjadi evaluasi buat kita, dan tidak boleh terulang lagi. Saya berharap mohon doa dan dukungan, keamanan di Morut bisa tetap kondusif,” pangkas Rudy Safahriadi.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan intensif kepada sejumlah orang yang diduga kuat menjadi pelaku dalam kerusuhan itu. (*/NAL)

Komentar

Berita Terkait