oleh

Rumah Ladang Ide Luwu Gelar Bincang Santai

LUWU, TEKAPE.co – Rumah Ladang Ide kembali menggelar seri Diskusi atau Bincang Santai Selasa yang kali ini membahas soal Rumput laut Gracilaria SP dengan tema ‘Gracilaria Sp Luwu Untuk Dunia’,di Kamar Merah rumah ladang ide, Rabu, 24 Maret 2020, kemarin.

Bincang Santai Selasa ini dihadiri langsung oleh, Kepala Dinas Perikanan Luwu, Andi Fatahillah, Anggota DPRD Luwu Dr. Sugiman Janong, Anggota DPRD Luwu, Sri Astuti, kelompok pembudidaya rumput laut, Iqbal Daud dan Irwan Saputra Pajeri, serta beberapa pelaku ekonomi rumput laut.

Dalam diskusi itu, Kadis Perikanan Luwu, Andi Fatahillah mengatakan bahwa faktor penyebab merosotnya kualitas rumput laut pembudidaya di Luwu dikarenakan waktu panen yang terlalu cepat, akibat himpitan ekonomi pembudidaya atau keterdesakan pedagang untuk memenuhi kuota pesanan industri.

Selain itu juga perlakuan pembudidaya terhadap rumput laut yang keliru seperti pemberian urea berlebihan demi mengejar bobot rumput laut Padahal semua itu merugikan pembudidaya sendiri, serta harga rumput laut di pedagang yang memang anjlok.

“Rumput laut Gracilaria SP Luwu merupakan terbaik kedua di dunia setelah chili. Perjalan waktu beberapa faktor membuat produksi dan nilai jual jadi anjlok, termasuk merosotnya kualitas rumput laut,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Luwu, Fraksi Demokrat, Dr. Sugiman Janong, menekankan pentingnya kelembagaan yang menaungi para pembudidaya rumput laut, agar memiliki daya bargaining dengan banyak pihak.

“Paling tidak menjadi tempat para pembudidaya saling bertukar pikiran dan menjadi power tersendiri guna meningkatnya kualitas dan nilai jual rumput tingkat pembudidaya,” jelasnya.

Legislator Luwu fraksi PKS, Sri Astuti, mengusulkan agar pelatihan dan pengetahuan umum terkait rumput laut mulai dari pembibitan, cara tanam, hingga ke industri penting diberikan pada pembudidaya.

“Agar variabel variabel yang menjadi standar permintaan industri dapat dipenuhi dari tingkat pembudidaya, otomatis nilai jual juga tinggi, Pengusaha/industri akan mencari barang yang lebih menguntungkan secara ekonomi,” tandasnya.

Disamping itu, Kelompok Pembudidaya Rumput Laut, Irwan Saputra Pajeri, mengatakan agar adanya penampungan rumput laut di Luwu, agar hasil pembudidaya di Luwu dapat dijual langsung dari penampungan di Luwu ke Industri.

“Kami lebih memfokuskan akan pentingnya gudang penampungan rumput laut di Luwu agar hasil pembudidaya di Luwu dapat dijual langsung dari penampungan di Luwu ke Industri. Rentang kendali harus diperpendek dan tak lupa untuk menjaga kualitas rumput itu sendiri,” jelasnya.

Direktur Rumah Ladang Ide, Hasbullah Idris, S, Pi, mengharapkan kiranya peran pemerintah dalam mendampingi pembudidaya dan pedagang rumput laut lebih dimaksimalkan.

“Harus ada pendampingan yang intensif dan holistik dari hulu ke hilir. Makanya sangat penting untuk menjalin kemitraan dengan lembaga lain misalnya lembaga yang fokus mendampingi pembudidaya rumput ini,” harapnya. (Ham)

Komentar

Berita Terkait