oleh

Ribuan Hektar Sawah Kekeringan, Petani di 5 Desa di Luwu Menjerit

LUWU, TEKAPE.co – Petani di lima desa di bagian selatan Luwu menjerit.

Pasalnya, ribuan hektar sawah mereka mengalami kekeringan, karena tidak ada suplai air dari Bendung Tomatoppe maupun Bendung Radda.

Masyarakat mendesak Pemkab Luwu untuk segera mencarikan solusi mengingat lahan mereka sudah lebih 3 hingga 5 tahun tidak dikelola dan tidak menghasilkan bulir-bulir padi.

Tokoh masyarakat Kecamatan Suli, Muhaddar, pada forum Musrenbang RKPD di kantor Camat Suli, mengungkapkan, saat ini masyarakat di lima desa sangat mengeluh soal ekonomi mereka, karena sudah 3 hingga 5 tahun bahkan ada yang sudah 7 tahun tidak menggarap lahan sawahnya, karena tidak menerima suplai air.

“Kami minta kejelasan Pemkab Luwu dan wakil rakyat di DPRD Luwu, sejauhmana aspirasi masyarakat soal suplai air dari Bendung Tomatoppe dan Radda, karena sawah mereka tidak digarap lantaran tidak ada air. Saat ini mereka menjerit karena persoalan perut,” ungkap Muhaddar, Senin, 24 Februari 2020.

Lima desa yang tidak menerima suplai air dan membuat ratusan hektar sawah tidak berproduksi yaitu Desa Cakkiawo, Cimpu Utara, Kasiwiang, Malela dan Desa Senga Selatan.

“Masyarakat dijanji Pemerintah akan membenahi saluran Bendung Tomatoppe, tapi sampai hari ini tidak ada realisasinya. Masyarakat sangat ingin bersawah, mereka tidak mau menanam jagung. Mereka butuh beras untuk makan bukan jagung,” kata Muhaddar

Hal senada diungkapkan dua kepala desa, yaitu Kades Cimpu Utara, Idris dan Kades Kasiwiang, Syamsu Rijal.

Menurut mereka, warga mulai kehilangan kesabaran karena hingga saat ini bendung Radda yang rusak diterjang banjir bandang belum dperbaiki dan mengakibatkan lahan mereka tidak menerima suplai air

“Warga kami sudah ada yang lahannya sudah mencapai 7 tahun tidak digarap. Mereka butuh makan pak. Kami harapkan di Musrenbang ini ada kejelasan soal pembangunan Bendung Radda. Kami mendapat informasi katanya baru akan dibangun tahun 2021. Kalau begitu kami minta solusinya. Kami ingin lahan-lahan warga diairi kembali agar masyarakat bisa turun sawah,” kata Idris diamini Syamsu Rijal    
 
Sementara itu, Anggota Fraksi Nasdem DPRD Luwu, Ir H Basaruddin, mengatakan, keluhan warga di 5 desa ini perlu segera disikapi Pemkab Luwu, mengingat bertani merupakan mata pencarian warga.

Akibat mereka tidak bertani, tentunya penghasilan mereka tidak ada

“Bendung Radda baru akan dikerjakan tahun 2021 mendatang. Harus ada solusi untuk hari ini agar lahan warga tetap produktif. Kami minta Pemkab Luwu memberi perhatian serius atas keluhan itu, karena persoalan perut masyarakat. Salah satunya untuk sementara waktu, mungkin bisa diupayakan program pompanisasi, sehingga lahan-lahan kering ini bisa produktif lagi,” kata Basaruddin. (ham)

Komentar

Berita Terkait