Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Puskesmas Paniaran Tolak Rujukan Anak Korban Benturan Kepala Hendak CT Scan

Ruang pelayanan Puskesmas Paniaran, Tapanuli Utara, (Dok; Abednego Manalu)

TAPUT, TEKAPE.co – Pelayanan Puskesmas Paniaran, Kabupaten Tapanuli Utara, dipertanyakan setelah orangtua seorang anak berinisial HH mengaku tidak memperoleh surat rujukan untuk pemeriksaan lanjutan di rumah sakit setelah anaknya mengalami benturan keras pada bagian belakang kepala.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (3/9/2026). HH dibawa orangtuanya, Eduard Hutapea, ke Puskesmas Paniaran untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Eduard mengatakan, ia berharap anaknya dapat memperoleh pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan penunjang seperti CT scan, untuk memastikan kondisi kepala anaknya setelah mengalami benturan.

BACA JUGA: Petani Luwu Krisis Air, Babinsa Gali Sumur 15 Meter untuk Selamatkan 39,8 Hektare Sawah

Menurut Eduard, meski tidak terdapat luka terbuka maupun pendarahan, ia tetap khawatir terhadap kemungkinan cedera yang tidak terlihat secara kasatmata.

Namun, Eduard mengaku tidak memperoleh surat rujukan dari Puskesmas Paniaran untuk pemeriksaan tersebut.

Ia mengatakan, Kepala Puskesmas Paniaran, dr. Tiurma Sinaga, menyampaikan bahwa kondisi anaknya dinilai belum memerlukan pemeriksaan CT scan.

BACA JUGA: Jajaran Direksi Delta Tirta yang Baru Resmi Bekerja, Tanda Tangani Kontrak Kinerja 5 Tahun Sidoarjo

“Memang ditolak untuk surat rujukan ketika saya minta untuk dirujuk melakukan rontgen/CT scan. Pihak mereka menyebut tidak layak dilakukan,” ujar Eduard.

Menurut Eduard, dirinya kemudian diarahkan untuk menemui dr. Basaria Lumbangaol, M.Kes., yang disebutnya bertugas pada bagian layanan pengaduan RSUD Tarutung.

“Saya bilang, apakah memang begitu alur pelayanannya? Mereka menjawab, iya, jumpai saja dr. Basaria di bagian pengaduan,” katanya.

Eduard juga mengungkapkan bahwa proses pendaftaran rujukan sebelumnya disebut telah dilakukan melalui layanan Mobile JKN.

“Kita sudah didaftarkan oleh bagian pelayanan Puskesmas melalui online lewat Mobile JKN untuk dirujuk. Namun, surat rujukan maupun pemberkasan lainnya tidak diberikan oleh Kapus Paniaran,” ungkapnya.

Karena khawatir dengan kondisi anaknya, Eduard kemudian membawa HH secara langsung ke RSUD Tarutung untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, HH disebut masih menjalani pemeriksaan di RSUD Tarutung. Anak tersebut juga diketahui merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Pemerhati sosial Tapanuli Utara, Drs. Amon Sormin, MM., mengatakan persoalan tersebut perlu dilihat secara objektif, terutama terkait hasil pemeriksaan medis, dasar keputusan dokter, serta mekanisme rujukan yang diterapkan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini