Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Petani Luwu Krisis Air, Babinsa Gali Sumur 15 Meter untuk Selamatkan 39,8 Hektare Sawah

Air mulai keluar dari sumur setelah proses penggalian dilakukan Babinsa bersama petani di Desa Wiwitan, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Kamis (3/9/2026). (Dok: Kodim Palopo)

LUWU, TEKAPE.co – Persoalan keterbatasan air yang dihadapi petani saat musim kemarau mendorong Babinsa Koramil 1403-07/Walenrang Kodim 1403/Palopo turun tangan membantu kelompok tani di Kabupaten Luwu.

Babinsa Desa Wiwitan, Kecamatan Lamasi, Peltu Suratmin, mendampingi pembuatan sumur untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah milik Kelompok Tani Berkah di Desa Wiwitan, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut juga melibatkan Pimpinan BPP Kecamatan Lamasi, Sukimin.

BACA JUGA: Geger! 136 Siswa Tana Toraja Dirawat di 3 Rumah Sakit, Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumur yang dibuat merupakan sumur galian manual dengan kedalaman sekitar 15 meter.

Sumber air tersebut nantinya dimanfaatkan untuk mengairi lahan persawahan seluas kurang lebih 39,8 hektare yang dikelola 20 petani.

Upaya ini diharapkan dapat membantu petani tetap mendapatkan pasokan air untuk lahan mereka, terutama ketika memasuki musim kemarau.

BACA JUGA: Ormas di Bahodopi Didorong Jadi Garda Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Sosial Morowali

Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, melalui Danramil 07/Walenrang Kapten Inf Illang mengatakan, keberadaan Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan.

Babinsa juga diarahkan untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya, termasuk persoalan pertanian dan ketersediaan air.

“Kami hadir untuk membantu petani. Dengan adanya sumber air ini, diharapkan para petani bisa tanam 3 kali dalam setahun dan tidak gagal panen saat musim kemarau,” ungkap Kapten Inf Illang.

Bagi petani, keberadaan sumur tersebut menjadi harapan baru untuk menjaga produktivitas lahan ketika pasokan air berkurang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini