Detik-detik Granat Nanas Diledakkan Tim Jibom Brimob di KM 8 Latuppa Palopo
PALOPO, TEKAPE.co – Suara ledakan menggelegar di kawasan Lapangan Tembak KM 8, Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026).
Ledakan tersebut berasal dari proses pemusnahan sebuah granat nanas yang dilakukan Tim Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Sulsel.
Peledakan dilakukan di lokasi yang telah ditentukan dan disiapkan untuk memastikan proses pemusnahan benda berbahaya tersebut berlangsung aman.
Dalam kegiatan itu, Kapolsek Wara AKP Syarief Sikati turut hadir bersama Wakasubden Jibom Detasemen Gegana Brimobda Sulsel IPTU Syahrir yang bertindak sebagai Ketua Tim 3 Jibom Brimob Sulsel.
Masyarakat setempat yang berada di lokasi untuk menyaksikan proses tersebut.
Sebelum granat diledakkan, personel Jibom melakukan persiapan sejak sekitar pukul 09.00 WITA.
Berbagai sarana, prasarana hingga peralatan khusus disiapkan untuk mendukung proses peledakan agar berjalan sesuai prosedur keselamatan.
Sekitar pukul 09.20 WITA, Tim Jibom kemudian melakukan peledakan granat nanas di lokasi yang telah ditentukan.
Setelah proses pemusnahan selesai, Kapolsek Wara AKP Syarief Sikati menyampaikan permohonan maaf kepada warga maupun aparat pemerintah setempat apabila suara ledakan terdengar dan sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah setempat apabila suara ledakan granat nanas ini menimbulkan ketidaknyamanan atau mengganggu aktivitas warga. Kegiatan ini merupakan bagian dari penanganan dan pemusnahan benda berbahaya yang dilakukan oleh Tim Jibom sesuai prosedur keselamatan,” ujar AKP Syarief Sikati.
Ia memastikan seluruh tahapan peledakan telah dilakukan dengan mengutamakan faktor keamanan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pemusnahan granat.
Kapolsek Wara juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi ketika terdapat penanganan benda yang dicurigai berbahaya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi apabila terdapat kegiatan penanganan benda yang diduga berbahaya. Segera laporkan kepada pihak Kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan dan peralatan khusus,” tutup Syarief. (*)





Tinggalkan Balasan