SMPN 4 Rantebua Satap Masih Kekurangan Fasilitas, Butuh Anggaran Rp1 Miliar untuk Revitalisasi
RANTEBUA, TEKAPE.co — Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, SMPN 4 Rantebua Satap di Kelurahan Buangin, Kecamatan Rantebua, Toraja Utara, masih bergulat dengan persoalan mendasar: keterbatasan sarana dan prasarana sekolah.
Sekolah yang menjadi salah satu tumpuan pendidikan masyarakat setempat itu masih kekurangan sejumlah bangunan penting. Kantor, perpustakaan, hingga toilet belum memadai untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.
Persoalan tak berhenti pada bangunan. Sejumlah meja dan kursi siswa juga mulai rusak akibat termakan usia.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Toraja Utara tidak sekadar melihat persoalan pendidikan dari sisi angka dan capaian akademik, tetapi juga memastikan fasilitas dasar sekolah benar-benar layak.
Kepala SMPN 4 Rantebua Satap, Paulus Sampe Tandung, S.Pd, bersama Wakil Kepala Sekolah Daud Tappi, S.Pd, berharap sekolah mereka mendapat perhatian dalam program revitalisasi tahun anggaran 2027.
“Kami berharap tahun depan sekolah mendapat bantuan anggaran sekitar Rp1 miliar lebih. Anggaran itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas baru, menambah dan memperbaiki toilet, pembangunan kantor satu RKB, perpustakaan satu RKB, serta penataan batas sekolah,” kata Paulus, Senin (31/8/2026).
Menurut Paulus, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama sekolah untuk melakukan pembenahan secara mandiri.
Ia mengaku selama bertugas sebagai kepala sekolah telah tiga kali berpindah tempat, mulai dari Denpina, Buntao hingga Rantebua. Dari pengalaman tersebut, ia melihat kebutuhan setiap sekolah pada dasarnya tidak jauh berbeda.
“Kalau perbedaan setiap sekolah dari segi suasana hampir sama. Yang membedakan hanya anggaran masing-masing sekolah. Kita mau melakukan perbaikan dan pengadaan bangunan, tetapi anggaran yang tersedia masih jauh dari kebutuhan,” ujarnya.
Persoalan ini kini menjadi pekerjaan rumah yang menunggu keberpihakan pemerintah daerah.
Masyarakat bersama Komite Sekolah berharap Pemkab Toraja Utara memberi perhatian serius terhadap kondisi SMPN 4 Rantebua Satap.
Sebab, peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya dengan mendorong guru dan siswa berprestasi. Ruang belajar yang layak, toilet yang memadai, perpustakaan, perabot sekolah hingga fasilitas pendukung lainnya juga menjadi bagian penting dari wajah pendidikan yang berkualitas.
Jika revitalisasi benar-benar masuk dalam prioritas 2027, sekolah ini berharap bukan sekadar janji anggaran, tetapi terealisasi menjadi bangunan dan fasilitas yang benar-benar dirasakan siswa.
(Erlin)





Tinggalkan Balasan