Tekape.co

Jendela Informasi Kita

86 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bangkalan Sudah Pulih, Tak Ada Lagi yang Dirawat

Ilustrasi. (net)

BANGKALAN, TEKAPE.co – Puluhan siswa di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang sempat mengalami gejala diduga keracunan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini telah berangsur pulih.

Seluruh siswa yang sebelumnya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan juga telah diperbolehkan pulang.

Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika mengatakan, hingga Minggu (7/6/2026) siang sempat tersisa satu siswa sekolah dasar yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Kokop karena mengalami gejala lebih berat dibanding siswa lainnya.

BACA JUGA: Bantuan Pertanian Rp312 Miliar Mulai Dirasakan Petani Jember, Produktivitas Meningkat

“Tadi masih ada satu siswa kelas 5 SD yang masih dirawat. Itu mengalami keluhan mual, nyeri ulu hati dan perut panas,” ujar Bambang.

Ia mengungkapkan jumlah siswa yang terdampak bertambah dari laporan awal. Jika sebelumnya tercatat 84 siswa, kini jumlahnya menjadi 86 orang.

“Memang kemarin sempat ada tambahan dua orang,” katanya.

BACA JUGA: Sempat Heboh, Polisi yang Aniaya Badut Jalanan di Tuban Akhirnya Minta Maaf

Sementara itu, Kepala SPPG Kokop Dupok, Dhimas Bagus, menjelaskan dua siswa tambahan yang sempat mendapatkan perawatan berasal dari SDN Dupok 4 dan salah satu santri Pondok Pesantren Al Ittihad.

Menurut Dhimas, siswa SDN Dupok 4 tersebut sebenarnya telah mengalami gangguan kesehatan sebelum mengonsumsi makanan program MBG.

“Sehingga siswa itu dibawa ke puskesmas namun tadi pagi sudah pulang,” ucap dia.

Ia menjelaskan siswa tersebut memiliki riwayat batuk dan demam sejak 2 Juni 2026. Namun setelah mengonsumsi menu MBG pada Kamis (4/6/2026), kondisi kesehatannya dilaporkan semakin menurun sehingga harus mendapat penanganan medis.

Sedangkan satu santri yang sempat menjalani perawatan kembali dibawa ke puskesmas setelah kondisi kesehatannya kambuh usai pulang lebih awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini