oleh

Proyek Tata Air Tambak Harusnya Ke Lamasi Pantai

LUWU, TEKAPE.co – Proyek Peningkatan Jaringan Tata Air Tambak Kabupaten Luwu yang bersumber dari APBN TA 2022 mulai dilaksanakan.

Papan proyek telah terpasang dan alat berat berupa excavator pun mulai beroperasi. Lokasi pekerjaan berada di Desa Pompengan Pantai, Kecamatan Lamasi Timur.

Proyek ini menyerap anggaran Rp 7.591.100.000 dari kementrian PUPR. dikerjakan oleh PT. TriBakti Karsa.

Proyek ini telah diketahui masyarakat luas terutama kalangan petani tambak hingga sampai ke desa tetangga Lamasi Pantai.

Proyek ini memang sudah ditunggu-tunggu, sebab sangat dibutuhkan, karena kondisi pengairan sudah dangkal.

Petani tambak lamasi pantai yang mengetahui proyek ini dipindahkan ke Desa Pompengan Pantai sangat kecewa.

Warga Lamasi Pantai Masnur, yang juga merupakan petani tambak sangat heran, lokasi proyek ini dipindahkan, pasalnya permintaan masyarakat Lamasi Pantai itu sudah beberapa kali diajukan melalui proposal.

“Kita yang bermohon, kita yang berjuang, kok pompengan pantai yang dapat ! Harusnya proyek ini diprioritaskan di lamasi pantai, karena kami sudah tunjukan lokasi dan foto-fotonya,” ungkap Masnur baru baru ini.

Masnur mengungkapkan, proyek ini sangat dibutuhkan petani tambak, terutama pengerukan saluran yang sudah dangkal dan pembuatan jembatan.

“Kalau kita bandingkan, lahan tambak di lamasi pantai lebih luas daripada pompengan, kita disini sampai 3000 hektar. jadi harusnya proyek ini disini ” katanya dengan nada kesal.

Penelusuran di situs https://sirup.lkpp.go.id/. Proyek ini tidak dituliskan lokasi titik desa mana yang ditempatkan, hanya menyebutkan kabupaten luwu. Anggaran tercantum Rp 9.500.000. Volume pekerjaan 10. Kilometer.

Kepala Desa Lamasi Pantai Mawardi Hermawan yang dikonfirmasi membenarkan telah beberapa kali menandatangani proposal yang diajukan ke kementrian PUPR melalui Balai Besar Sungai Pompengan -Jeneberang.

Ia mengaku sudah lama mendapat informasi kalau pekerjaan itu akan dipindahkan ke Pompengan, hanya saja dia tidak percaya kalau lamasi pantai tidak dapat.

Kita yakin permintaan petani tambak ini akan direalisasikan, harusnya ini keduanya dapat, lamasi dan pompengan,” ungkapnya. (*)

Komentar

Berita Terkait