oleh

Pesawat ATR 72 Ditarget Darati Bandara Seko dan Masamba, Bupati Indah Terus Dekati Kemenhub

JAKARTA, TEKAPE.co – Pesawat ATR 72 terus diupayakan agar bisa mendarat di dua bandara yang ada di Luwu Utara, yakni Bandara Andi Djemma Masamba dan Bandara Seko di Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara.

Upaya ini terus dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara. Seperti yang dilakukan, Selasa 21 Maret 2019, di Jakarta.

Bupati Indah terus melakukan berbagai pendekatan dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub-RI), dalam rangka pengembangan Bandara Seko.

Bupati Indah membuktikan keseriusannya dengan menghadiri undangan Ditjen Perhubungan Udara untuk melakukan presentase Tinjau Ulang Rencana Induk, termasuk Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), BKK, Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) Bandara Seko di Ruang Rapat Sainath Tower Lt. 9 Jl. Silangit B9 No. 7 Kemayoran, Kementerian Perhubungan.

“Dari laporan Camat dan Kepala Desa kepada kami, masyarakat di sekitar sudah bersedia dan menyetujui, terkait dengan lokasi pengembangan Bandara Seko,” ujarnya.

Hal teknis lainnya, lanjut dia, tentu akan dibicarakan lebih lanjut antara Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Indah Putri Indriani menyebutkan, ada kebutuhan lahan sekitar 38 hektar dan Pemerintah Daerah menyanggupi penyediaan lahan tersebut.

“Terkait dengan lahan, kami mencoba memberikan keyakinan kepada teman-teman, khususnya Bandara Seko. Semoga dukungan ini menjadi pertimbangan Ditjen Perhubungan Udara untuk rencana pengembangan Bandara Seko ke depan,” terang Bupati, beralias IDP ini.

Apa yang disampaikan orang nomor satu di Lutra ini, direspon baik Direktur Bandar Udara, Pramintohadi.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi, pertumbuhan masyarakat dari pengguna jasa pengiriman sangat tinggi, maka dari itu pengembangan bandara menjadi perlu dan penting agar ke depannya bisa menerima beban yang menjadi pelayanan bandara tersebut. Tujuannya, untuk peningkatan pelayanan transportasi.

“Pada prinsipnya, kami akan men-support apa yang Bupati rencanakan maupun canangkan. Saya tidak meragukan analisis ibu Bupati karena background beliau adalah dosen,” ujarnya.

Di samping tentunya kebijakan politik juga menjadi penting dalam mengambil keputusan, seperti penempatan lokasi.

Sekadar diketahui, rencana perpanjangan runway Bandara Seko ini dari 1.000 meter menjadi 1.900 meter. (hms)

Komentar

Berita Terkait