Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Pertamina Temukan Pelanggaran di SPBU Wasuponda Usai Video BBM Rp5 Juta Viral

Ilustrasi. (net)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menuntaskan investigasi terkait video viral dugaan pengisian BBM subsidi hingga Rp5 juta di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.

Hasil pengecekan bersama pihak SPBU dan kepolisian memastikan informasi yang beredar dalam video tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

Berdasarkan data transaksi, nilai pengisian BBM disebut hanya berada di kisaran Rp500 ribuan.

BACA JUGA: Bahtiar Bongkar Dugaan Keterlibatan Banggar DPRD Sulsel di Kasus Mark Up Bibit Nanas

Selain itu, pihak yang merekam sekaligus menyebarkan video viral tersebut juga telah memberikan klarifikasi.

Penyebar video mengakui informasi awal yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Meski begitu, Pertamina tetap menemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi setelah melakukan penelusuran lanjutan terhadap data transaksi.

BACA JUGA: PT Vale Perkuat Kemandirian UMKM Luwu Timur, 139 Pelaku Usaha Didorong Naik Kelas

Dari hasil investigasi, ditemukan indikasi penggunaan barcode yang tidak semestinya serta pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam distribusi BBM di SPBU tersebut.

Atas temuan itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU berupa surat peringatan, pembinaan operasional, hingga penghentian sementara penyaluran produk JBT Biosolar selama satu pekan.

Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, menegaskan setiap penyimpangan dalam distribusi BBM subsidi akan ditindak secara konsisten.

“Setiap penyimpangan, baik dalam mekanisme transaksi maupun penggunaan barcode, menjadi perhatian serius. Sanksi diberikan sebagai langkah korektif sekaligus penguatan disiplin operasional agar penyaluran tetap sesuai peruntukan,” ujarnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan, pengawasan distribusi BBM subsidi dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.

“Setiap temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti melalui verifikasi data dan pengecekan operasional. Ketika ada indikasi pelanggaran, langkah penindakan dijalankan secara tegas. Ini bagian dari upaya menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” kata Lilik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini