oleh

Peringati Hari Epilepsi Sedunia, RSUD Batara Guru Belopa Gelar Penyuluhan Kesehatan

LUWU,TEKAPE.co – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa, memperingati Hari Epilepsi Internasional atau Purple Day yang jatuh pada tanggal 26 Maret 2021.

Peringatan Hari Epilepsi kali ini diisi dengan kegiatan penyuluhan dengan tema ‘Mengenal Epilepsi lebih dekat’ yang dibawakan langsung oleh dokter spesialis syaraf (Neurologi), dr Evi Irawati, SpS.

Direktur RSUD Batara Guru, dr Daud Mustakim dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada dr Evi Irawati yang begitu antusias dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat penderita penyakit syaraf dan sejenisnya

“Selaku pimpinan RSUD Batara Guru, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi atas kerja keras dr Evi beserta tim neurologi yang terus berupaya melakukan inovasi dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap dr Daud Mustakim.

Sementara itu, dalam pemaparan penyuluhan kesehatan tersebut, dr Evi, menyampaikan bahwa epilepsi merupakan gangguan sistem saraf pusat akibat pola aktivitas otak yang tidak normal. Gangguan ini menyebabkan penderita dapat kejang mendadak, mengalami sensasi dan perilaku yang tidak biasa, bahkan hingga kehilangan kesadaran.

“Kejang yang disebabkan epilepsi dapat mempengaruhi keselamatan penderitanya, mengganggu pekerjaan, dapat menyebabkan kecelakaan saat mengemudi, dan masih banyak hal lagi yang dapat ditimbulkan,” jelasnya.

Lanjut, dr Evi, mengatakan dengan mengenal lebih dekat tentang penyakit epilepsi ini, maka keluarga maupun orang yang berada disekitar penderita epilepsi akan dapat mengetahui lebih lanjut bagaimana penanganan serta tindakan yang akan dilakukan jika seseorang disekitar kita mengalami penyakit tersebut secara tiba-tiba

“Jika keluarga atau orang disekitar kita mengalami ciri-ciri penyakit epilepsi atau tiba-tiba kejang maka penolong harus tetap tenang, pindahkan penderita ke tempat aman, cegah kepala penderita dari benturan, miringkan penderita agar ludah atau muntahan tidak masuk kedalam saluran pernafasan, hindari melakukan Tindakan yang melawan Gerakan kejang pada penderita dan terakhir segera membawanya ke layanan Kesehatan terdekat”, lanjutnya. (*)

Komentar

Berita Terkait