Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Pemuda 18 Tahun di Luwu Tewas Ditebas, Pelaku Kesal Korban Singgung Ibunya

Terduga pelaku pembunuhan remaja asal Kabupaten Luwu diamankan aparat Satreskrim Polres Wajo usai ditangkap di Kecamatan Larompong Selatan, Sabtu (16/5/2026). Polisi menyebut pelaku mengakui menganiaya korban hingga tewas di area kebun Kecamatan Pitumpanua. (ist)

WAJO, TEKAPE.co – Polisi mengungkap kasus pembunuhan remaja asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang mayatnya ditemukan di area kebun di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo.

Pelaku yang masih berusia 17 tahun ditangkap kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan.

Adalah, A (17), warga Desa Dadeko, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu.

BACA JUGA: Polda Kaltim Tangkap Kasat Narkoba Polres Kukar

Polisi menangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan.

Kasat Reskrim Polres Wajo, Iptu Fahrul mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan usai menerima laporan penemuan mayat korban.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

BCA JUGA: Cabuli Adik Ipar Berusia 16 Tahun, Pria di Luwu Utara Dicokok Polisi

“Setelah menerima laporan, kami melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi,” ujar Fahrul kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).

“Dari hasil penyelidikan, kami mendapat informasi keberadaan pelaku di rumahnya di Kecamatan Larompong Selatan,” sambungnya.

Korban diketahui berinisial MAA (18). Jasad korban ditemukan warga di Jalan Sepakat, Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, Kamis (14/5/2026).

Penemuan mayat berawal saat seorang warga bernama Syarifuddin hendak menuju kebun milik pamannya.

Saat melintas di lokasi, saksi mencium bau menyengat sebelum akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Fahrul mengungkapkan pelaku mengakui telah menghabisi nyawa korban menggunakan parang.

Motif pembunuhan diduga dipicu persoalan pribadi dan rasa sakit hati.

“Pelaku mengaku sakit hati karena korban sering mengatakan kepada pelaku agar ibunya bercerai dengan ayah tirinya, lalu korban berkata akan menikahi ibu pelaku,” katanya.

Menurut polisi, pelaku sempat mengajak korban ke kebun durian milik pamannya sebelum melakukan penyerangan.

Berdasarkan pengakuan pelaku, korban mengalami beberapa luka tebas.

“Pelaku mengakui menebas leher korban. Setelah korban berbalik, pelaku kembali menebas bagian kepala satu kali. Saat korban tersungkur, pelaku menebas bagian betis korban,” ungkap Fahrul.

Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit iPhone 11 Pro Max warna putih, sepeda motor CRF hitam, parang yang diduga dipakai saat kejadian, pakaian pelaku, hingga helm dan goggles milik korban.

Saat ini pelaku ditahan di Posko Resmob Polres Wajo untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Desa Temboe Azis Tajuddin membenarkan korban merupakan warganya.

Korban sebelumnya tinggal di sekitar bekas Kantor Kehutanan di Desa Temboe.

“Betul, almarhum warga kami di Temboe,” ujar Azis.

Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Sengkang untuk keperluan autopsi.

Azis menyebut korban sudah tidak melanjutkan sekolah setelah lulus dari MTs Temboe.

“Korban sudah tidak sekolah. Dia hanya tamat MTs Temboe,” katanya.

Azis juga mengatakan korban meninggalkan rumah sekitar sepekan sebelum ditemukan tewas.

Saat itu korban pergi seorang diri menggunakan sepeda motor tanpa memberi tahu tujuan keberangkatannya kepada keluarga.

“Korban tidak bilang apa-apa dengan orang tuanya saat pamit dari rumah. Sendiri keluar,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini