Ojol Pengawal Ambulans Bayi Darurat Diduga Dianiaya Rombongan Pengantar Jenazah di Makassar
MAKASSAR, TEKAPE.co – Seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga menjadi korban penganiayaan saat mengawal ambulans yang membawa bayi dalam kondisi darurat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.
Insiden itu terjadi di sekitar Pintu 2 Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Senin (6/7/2026) sore.
Kejadian tersebut viral di media sosial setelah video yang memperlihatkan ketegangan di lokasi beredar luas.
BACA JUGA: Polisi Amankan 3 Orang Terkait Kasus Sabu di Palopo, 1 Masih Anak di Bawah Umur
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu membantu membuka jalan agar ambulans yang membawa bayi berstatus darurat dapat melintas lebih cepat. Namun, di saat bersamaan melintas rombongan pengantar jenazah dari arah lain hingga diduga terjadi kesalahpahaman.
Rombongan pengantar jenazah disebut merasa jalurnya terhalangi oleh pengemudi ojol yang mengawal ambulans. Kondisi itu memicu adu mulut yang kemudian diduga berujung pada aksi penganiayaan.
Dalam video yang beredar, korban mengaku motornya ditendang oleh rombongan pengantar jenazah hingga mengalami kerusakan.
BACA JUGA: Kepergok Ambil Celana Dalam Wanita, Pria di Luwu Berdalih Itu Milik Istrinya
”Kawal ka ambulans om, samaka temanku natendang motorku (rombongan pengantar jenazah),” ungkap pengemudi ojol yang diduga menjadi korban.
Perekam video juga menyebut korban mengalami luka pada bagian mulut.
”Berdarah giginya (korban),” ujar pria yang merekam video tersebut.
Video itu menuai beragam reaksi dari warganet. Sejumlah komentar mengecam dugaan aksi kekerasan terhadap pengemudi ojol yang sedang mengawal ambulans pembawa pasien darurat.
”Ya butuh prioritas itu ambulance orang sakit, bukanya mobil jenazah. Mau apa itu mobil jenazah buru-buru, tidak bakalan kembali itu isinya mobil jenazah,” tulis seorang warganet.
”Mobil jenazah bukan prioritas,” tulis warganet lainnya.
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam, membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut.






Tinggalkan Balasan