Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Ngaji On The Road, Cara Unik Polres Bulukumba Tegakkan Aturan Lalu Lintas

Suasana kegiatan “Ngaji On The Road, Kutilang dengan Bismillah” yang digelar Polres Bulukumba di depan Masjid Pejuang Subuh, Jalan Pantai Merpati, Kamis (26/2/2026). Sejumlah pengendara yang terjaring razia tidak menggunakan helm mengikuti tes membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari pembinaan di bulan Ramadan. (ist)

BULUKUMBA, TEKAPE.co – Suasana tak biasa terlihat di depan Masjid Pejuang Subuh, Jalan Pantai Merpati, Kabupaten Bulukumba, Kamis (26/2/2026) sore.

Pada Ramadan 1447 Hijriah, pelanggar lalu lintas tak hanya diberi teguran, tetapi juga diminta mengikuti tes membaca Al-Qur’an.

Inovasi tersebut digagas Polres Bulukumba bersama pengurus masjid setempat melalui program bertajuk “Ngaji On The Road, Kutilang dengan Bismillah”.

BACA JUGA: Operasi Pekat Ramadan, Ribuan Botol Miras dan Narkotika Dimusnahkan di Jember

Kegiatan ini memadukan penegakan aturan lalu lintas dengan pembinaan rohani.

Personel Satuan Lalu Lintas memberhentikan pengendara yang tidak mengenakan helm.

Setelah itu, mereka diarahkan ke halaman masjid untuk mengikuti tes mengaji yang dipandu anggota kepolisian dan pengurus masjid.

BACA JUGA: Razia Lapas Palopo, Petugas Temukan Pisau Rakitan hingga Rokok Elektrik

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakapolres Bulukumba Kompol Syafaruddin, Kabag SDM Kompol Syamsul Bahri, Kasat Lantas AKP H.M. Nawir, KBO Satbinmas Iptu Rahmat Kurniawan, serta Ketua Pengurus Masjid Pejuang Subuh Bulukumba Ustaz H. Syukur Ali.

Bahkan, Wakapolres, Kabag SDM, dan Kasat Lantas ikut menguji langsung kemampuan membaca Al-Qur’an para pelanggar.

Mereka juga memberikan edukasi pentingnya menggunakan helm standar guna mengurangi risiko fatalitas saat kecelakaan.

Sebagai bentuk apresiasi, pelanggar yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik mendapatkan hadiah berupa sirup dan tepung terigu.

Wakapolres Bulukumba Kompol Syafaruddin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pendekatan humanis Polri di bulan Ramadan.

“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk memberikan sanksi kepada pelanggar, tetapi sebagai bentuk pembinaan dan edukasi,” ujarnya.

“Kami ingin mengingatkan masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama, sekaligus memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” sambung Syafaruddin.

Ia berharap program ini mampu meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas sekaligus memperkuat nilai religius masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, baik dalam meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas maupun membangun karakter masyarakat yang religius dan disiplin. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.

Program tersebut pun mendapat respons positif dari warga. Selain menjadi sarana edukasi keselamatan berkendara, kegiatan ini dinilai sebagai pengingat untuk memperkuat nilai spiritual selama Ramadan.

(Sakril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini