oleh

Mokole Matano Deklarasikan Perkumpulan Anak Suku Lokal Luwu Timur

TOWUTI, TEKAPE.co – Mokole Wawa Inia Raha Mpuu Matano, YM H Umar Ranggo, mendeklarasikan Perkumpulan Anak Suku Lokal Bersatu (Adat Matano), di Gedung Serba Guna Wawondula, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, (26/10).

Deklarasi ditandai dengan pemukulan gong oleh YM Umar Ranggo, yang disaksikan Ketua DPRD Lutim, Amran Syam, serta perwakilan Pemkab Lutim.

Ada lima anak suku yang tergabung Perkumpulan Anak Suku Lokal Bersatu Luwu Timur, yang berdomisili di sekitar Danau Matano, yakni anak suku To Turea, To TambeE, To Padoe, To Karunsie, dan To Konde.

YM Umar Ranggo, dalam sambutannya penyampaikan, memberi apresiasi pada seluruh anak suku yang mempunyai kebersamaan dalam melakukan pengembangan serta pelestarian adat.

Dalam menjaga kearifan lokal, ia mengharapkan kepada pemerintah khususnnya pada Pemkab Lutim, agar adat budaya dapat diberi perhatian khusus.

Sebab pemerintahan tanpa adat budaya, ibarat manusia yang kehilangan ruh. Begitu pentingnya adat budaya untuk selalu dilestarikan serta dikembangkan, sehingga pemerintah sebaiknya selalu hadir untuk memberi support serta memback-up penuh, agar adat budaya selalu terlindungi.

”Selain itu, kami juga mengharapkan pada pihak investor, khususnya PT Vale serta pihak swasta yang berada dalam wilayah ulayat Adat Matano, agar tidak menutup mata serta menutup hati dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat lokal terkhusus masyarakat Adat Matano bersama anak sukunnya. Sebab kami tidak akan mungkin menjadi penonton di kampung sendiri,” kata Umar. (*)

Komentar

Berita Terkait