oleh

Melalui Program Padat Karya, DAK 2021 Dinas Pertanian Luwu Dukung Pemulihan Ekonomi

LUWU, TEKAPE.co – Sektor pertanian dalam tatanan pembangunan nasional memegang peranan penting. Selain menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat, pertanian juga merupakan sektor penggerak perekonomian masyarakat.

Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, menggelar Rapat Koordinasi Dan Penyuluhan Hukum DAK Pertanian Tahun Anggaran 2021, di Aula Dinas Perkim Luwu, Kamis, 01 April 2021.

Dalam penyuluhan Hukum tersebut Dinas Pertanian melibatkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Luwu, yang dihadiri oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Dedy Nurjatmiko, SH, MH sebagai narsumber dalam penyuluhan hukum tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Tim Tekhnis, PPK Dinas Pertanian, Tim Fasilitator, beserta para Kelompok Tani penerima manfaat di Luwu.

Penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pertanian Luwu untuk tahun 2021 Rp
Sebanyak Rp 5,2 miliar lebih.

Kepala Dinas Pertanian Luwu, Albaruddin AP SP, M.Si, mengatakan untuk kegiatan DAK tahun 2021, tidak dilakukan recofusing oleh Kementrian karena dalam anggaran DAK bidang pertanian tahun ini masuk pada Progam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Untuk anggaran kegiatan DAK tahun 2021, ini patut kita syukuri, karena itu tidak dilakukan recofusing dari kementrian, berbeda dengan tahun sebelumnya dimana Anggaran DAK berjumlah Rp 1,4 miliar, direcofusing 1 miliar, tinggal Rp 400 juta. Kenapa DAK tahun 2021 ini tidak di recofusing karena masuk kepada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Karena pola kegiatan ini adalah pola padat karya, artinya program DAK ini dikelola atau dilaksanakan oleh kelompok masyarakat dalam hal ini kelompok tani, sehingga bisa dirasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Lanjut, H Albaruddin, menyampaikan yang terpenting dalam Penyuluhan Hukum yang dilakukan ini untuk memastikan bahwa kegiatan atau program ini dipantau oleh semua pihak, termasuk di dalamnya pihak kejaksaan, agar pelaksana atau pengelola kegiatan ini bisa bekerja secara profesional, dan sesuai dengan aturan.

“Terpenting dalam kegiatan penyuluhan Hukum ini seperti kita maksudkan untuk memastikan bahwa di dalam kegiatan ini itu dipantau oleh semua, ada unsur kejaksaan kita dilibatkan dalam hal ini untuk memberikan pemahaman hukum, supaya kawan-kawan yang terlibat didalam kegiatan ini bekerja secara profesional, bekerja tertib, tertib secara administrasi dan tertib secara tekhnis. Itu juga yang disampaikan oleh Bupati Luwui ada 3 tertib yang harus dilakukan, pertama tertib administrasi, tertib personil, dan tertib lingkungan. nah, tertib administrasi disini dilakukan oleh teman-teman di Dinas, tertib lingkungan ini bagaimana kita dengan lingkungan itu dalam hal ini kelompok-kelomopik tani yang penerima manfaat diberikan pemahaman dalam rangka melaksanakan kegiatan itu sehingga harapan kita outcomenya atau manfaat bisa dirasakan,” terangnya.

Disamping itu, Albaruddin, juga mengatakan bahwa banyak kegiatan infrastruktur pertanian yang akan dilaksanakan menggunakan angsuran DAK tahun 2021 ini, ada lima item jenis pengerjaan diantaranya, Pembangunan Embung, Pintu Air, Dam Parit, Jalan Usaha Tani, dan Irigasi.

“Melalui ini semua kita harapkan lewat Koordinasi ini kelompok tani pemanfaat ini bisa mengetahui bahwa kegiatan ini harus dilaksanakan sesuai dengan Desain. Kemudian tujuan utamanya adalah bagaimana dengan pembangunan jaringan infrastruktur ini yang didanai oleh dana DAK ini bisa meningkatkan produksi hasil pertanian kita. Mulai dari tanaman pangan padi sawah, Jagung Kedelai, dan Tanaman Perkebunan,” terangnya.

Pertama Kita hadir kan semua yang terkait stachilder mulai tingkat kabupaten tim tekhnis, ppk, tim fasilitas atau pendamping yang berlatar belakang konsultan, yang ditambah dengan kelompok penerima manfaat atau kelompok tani. (Ham)

Komentar

Berita Terkait