oleh

Mahasiswa KKN UKI Toraja Siap Mengabdi 2 Bulan di Lembang Pitung Penanian

TORAJA UTARA, TEKAPE.co – Kepala Lembang (Kalem) Pitung Penanian, Yohanis Rante Bunga, meyambut 10 Mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXXI Tahun 2018 Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, di Lembang Pitung Penanian, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, Rabu 11 Juli 2018.

Kordinator KKN Lembang Pitung Penanian, Aco’ Luarwan, mengatakan, KKN ini dilaksanakan selama 2 bulan, dari 4 Juli hingga 4 September 2018.

Sementara itu, Kepala Lembang (Kalem) Pitung Penanian, Yohanis Rante Bunga, ada beberapah item program dalam pelaksanaan KKN ini, meliputi, bidang administrasi dan Pemerintahan Lembang, bidang pendidikan, sosial, budaya, spiritual dan bidang pertanian.

Kalem berharap, kehadiran mahasiswa KKN dapat membantu para Kepala Dusun yang ada di Lembang ini dan juga bisa memberikan spirit bagi masyarakat khususnya dibidang pertanian.

Untuk itu, adapun kekurangan yang ditemukan diharapkan kepada adik – adik KKN memberikan usul atau solusi terbaik demi kemajuan Lembang ini.

Ia berharap, mahasiswa KKN bekerja dengan penuh semangat, kreatif, inovatif serta penuh percaya diri agar nantinya dapat menunjukan hasil yang maksimal dan optimal.

“Pandai-pandailah membawa diri dalam bersikap serta bertingkah laku di lingkungan baru yang akan anda masuki nantinya, hingga selama anda menjalankan tugas kuliah kerja nyata dapat berjalan lancar sesuai harapan kita bersama,” harapnya.

Ia mengatakan, mahasiswa KKN tidak perlu merasa kawatir tinggal ditengah-tengah masyarakat Lembang Pitung Penanian, karena masyarakat di daerah ini mengganggap seorang mahasiswa adalah sosok intelek dan mempunyai pendidikan yang tinggi dan mampu menyesuaikan dalam setiap kondisi dimanapun mereka berada.

“Untuk itu, anda harus menjadi teladan dan panutan masyarakat karena kesemuanya itu sangat penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan sebagai seorang calon-calon pemimpin masa depan,” ujarnya.

Menurut Kalem, Yohanis R mengatakan,”Sebaik apapun program yang disusun, tidak akan mungkin berjalan dengan baik apabila mahasiswa sebagai motivator pembangunan tidak dapat bekerjasama dengan masyarakat,” unkapnya. (erli)

Komentar

Berita Terkait