Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Larijani Tewas, Iran Kehilangan Penyeimbang Politik

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Kematian Ali Larijani akibat serangan Israel disebut sebagai pukulan telak bagi Iran.

Sosok yang selama ini menjadi jembatan di antara berbagai faksi politik itu dinilai sebagai kehilangan strategis yang sulit tergantikan.

Sejumlah analis menilai, absennya Larijani bahkan lebih merugikan dibandingkan kehilangan Ali Khamenei pada fase awal konflik.

Ali Larijani bukan sekadar pejabat tinggi, melainkan salah satu pilar penting dalam arsitektur kekuasaan Iran.

Kematian Larijani juga mengingatkan pada pembunuhan Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat di Baghdad pada Januari 2020, momen yang kala itu mengguncang stabilitas internal Teheran.

Dikenal luas sebagai figur pragmatis, Larijani memiliki kemampuan menjangkau berbagai spektrum politik, sekaligus membangun relasi eksternal dengan negara-negara seperti China dan Rusia.

Kepergiannya sekaligus menegaskan bahwa Israel dan kemungkinan juga Amerika Serikat, tidak pernah melihatnya sebagai opsi kepemimpinan alternatif jika rezim Iran runtuh.

Analis Iran di European Council on Foreign Relations, Ellie Geranmayeh, menilai dinamika ini tak lepas dari strategi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut dia, Netanyahu tengah berupaya menutup ruang bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendorong gencatan senjata dan membuka kembali jalur diplomasi dengan Iran.

“Larijani seharusnya menjadi orang yang tepat untuk menyelesaikan tugas itu,” kata Geranmayeh, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (18/3/2026).

Di sisi lain, Trump kerap menyuarakan keinginannya menemukan figur pragmatis di Iran, seperti Delcy Rodríguez di Venezuela.

Namun, kematian Larijani praktis menutup peluang tersebut, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang ada tidaknya figur internal Iran yang memiliki kapasitas serupa.

Meski kerap bersilang pandang dengan kelompok garis keras, Larijani tetap mendapat kepercayaan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Ia juga memainkan peran penting dalam dinamika suksesi kepemimpinan, termasuk upaya menghambat naiknya Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya.

Bersama mantan presiden Hassan Rouhani, Larijani sempat bermanuver untuk menunda keputusan Majelis Ahli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini