Krisis Ekonomi Menghantam Keluarga, Bupati Delis Tantang Bapak GKST Jadi Teladan

Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi memukul gong sebagai tanda resmi dibukanya Pertemuan Akbar Bapak GKST ke-58 di Lapangan Wita Mori, Kecamatan Lembo. (ist)

MORUT, TEKAPE.co – Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi mengajak kaum bapak Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) mengambil peran sebagai pembawa damai dan solusi atas berbagai persoalan, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Delis saat membuka Pertemuan Akbar Bapak GKST sekaligus peringatan HUT ke-58 Persekutuan Bapak GKST di Lapangan Wita Mori, Klasis Beteleme, Kecamatan Lembo, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 9 November 2026 itu diikuti 4.132 peserta dari 27 klasis se-Sinode GKST.

BACA JUGA: Koper Tak Bertuan Gegerkan Warga Palopo, Polisi Temukan Ini di Dalamnya

Delis hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang berhalangan hadir karena agenda lain.

Di hadapan ribuan peserta, Delis menegaskan bahwa kaum bapak memiliki tanggung jawab besar sebagai imam dan pemimpin dalam keluarga. Peran tersebut harus diwujudkan melalui keteladanan, terutama dalam kehidupan iman, rumah tangga, dan masyarakat.

“Marilah kita menjadi berkat, bukan menjadi beban bagi bangsa ini. Marilah kita menjadi juru damai dan menjadi solusi bagi bangsa ini, bukan menjadi sumber perpecahan,” tegas Delis.

BACA JUGA: Pelanggaran Berat Terungkap, Tiga Personel Polres Morowali Resmi Dipecat

Ia juga mengingatkan bahwa keluarga saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tekanan ekonomi global, kenaikan harga BBM, inflasi biaya transportasi, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga penurunan investasi turut memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.

Menurut Delis, berbagai persoalan tersebut harus dihadapi dengan keteguhan iman, doa, ketaatan, dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Selain persoalan ekonomi, Delis menyoroti pentingnya keteladanan orang tua dalam membangun kehidupan rohani keluarga.

Ia mengingatkan, seorang bapak tidak cukup hanya meminta anak-anaknya rajin beribadah, tetapi harus terlebih dahulu menunjukkan contoh nyata.

“Jangan berharap anak kita ke gereja kalau bapaknya malas ke gereja,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak kaum bapak GKST memperkuat kehidupan rohani, membangun komunikasi yang baik dalam keluarga, serta menjadi teladan dalam iman dan ketaatan kepada Tuhan.

Delis juga mengapresiasi Klasis Beteleme yang dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan akbar tersebut. Ia meminta panitia dan seluruh jemaat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta dari berbagai daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Krispen Hebret Masu, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan, dan Kebenaran.

Adapun subtemanya adalah Imam dan Penopang dalam Membangun Keluarga Tangguh di Tengah Krisis.

Selama enam hari, panitia menyiapkan berbagai kegiatan, mulai dari lomba menyanyi solo, vokal grup, paduan suara, cerdas cermat Alkitab, hingga pertandingan bola voli, sepak takraw, renang, tenis meja, catur, dan domino.

Rangkaian kegiatan juga diisi napak tilas serta penanaman bibit pohon durian dan cokelat di kebun GKST yang dikelola Klasis Beteleme.

Ketua Persekutuan Bapak Sinode GKST, Dr. Frits Sam P. Kandori mengatakan, perjalanan 58 tahun organisasi tersebut merupakan bukti penyertaan Tuhan sekaligus hasil perjuangan para pendahulu dalam membangun pelayanan kaum bapak.

Ia berharap peringatan HUT kali ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi momentum memperbarui iman dan memperkuat komitmen pelayanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini