Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kopdes Merah Putih di Rantebua Rampung, Warga Khawatir Matikan UMKM Lokal

Bangunan KDKMP Pitung Penanian Kecamatan Rantebua, Toraja Utara telah rampung 100 persen. (erlin/tekape.co)

RANTEBUA, TEKAPE.co – Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes MP) mulai menyentuh wilayah pelosok.

Di Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, Lembang/Desa Pitung Penanian menjadi salah satu daerah paling progresif dengan pembangunan koperasi yang telah rampung 100 persen.

Fasilitas tersebut kini siap difungsikan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kopdes Merah Putih dirancang menyediakan layanan simpan pinjam, distribusi kebutuhan pokok, hingga penguatan usaha warga melalui dukungan modal dan akses pasar.

BACA JUGA:
KDKMP Pitung Penanian Rampung 100 Persen, Jadi Percontohan Program Kopdes di Toraja

Namun, di balik optimisme itu, kekhawatiran mulai muncul dari pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

Kehadiran koperasi dengan konsep layanan lengkap dinilai berpotensi menjadi pesaing langsung bagi kios-kios warga.

Salah seorang warga, Pong Gion, mengaku khawatir usahanya akan terdampak jika koperasi mampu menjual barang dengan harga lebih murah dan stok lebih lengkap.

“Memang ada kuatir ku, jangan sampai kami kalah harga. Apalagi kalau semua kebutuhan ada di situ, seperti toko modern. Bisa-bisa kios kami tidak laku,” ujarnya.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sejumlah warga menilai Kopdes Merah Putih berpotensi menggeser perputaran ekonomi yang selama ini bertumpu pada usaha kecil milik masyarakat setempat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Badan Pengawas Lembang (BPL) Pitung Penanian, Yahya R Labajo, menegaskan bahwa pengurus koperasi harus bekerja keras memastikan pengelolaan berjalan baik dan tidak merugikan masyarakat.

“Ini program nasional, harus berhasil. Tapi tentu pengelolaannya harus bijak agar tidak mematikan usaha warga di sekitarnya,” kata Yahya.

Ia juga mengakui bahwa kehadiran Kopdes Merah Putih memiliki sisi positif dan negatif, tergantung bagaimana pengelolaan dan keberpihakannya terhadap ekonomi lokal. (Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini