oleh

Ketua Perdaweri Sulsel: Dokter tak Boleh Gunakan Kosmetik Racikan Tanpa Izin BPOM

PALOPO, TEKAPE.co — Maraknya praktek Klinik Kecantikan yang menggunakan produk tak ber-BPOM di Palopo mulai menjadi perhatian publik.

Penggunaan produk kosmetik yang belum mendapat sertifikat mutu dan izin edar dari BPOM, dinilai rawan menimbulkan masalah, yang merugikan konsumen.

Sebab, tidak ada jaminan keamanan dari produk yang digunakan. Seperti beberapa orang yang menjadi korban produk kosmetik racikan dari klinik kecantikan di Palopo.

BACA JUGA:
Waspada Bahaya Racikan, Sejumlah Klinik Kecantikan di Palopo Diduga Gunakan Produk tak Ber-BPOM

Ketua Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Weliness, Estetik, dan Regeneratif (Perdaweri) Sulsel, dr Kasmawati T Z Basalama MHA, menjelaskan peranan dalam meminimalisir penggunaan produk tak ber BPOM, pihak Perdaweri memiliki jadwal seminar untuk semua anggota agar mengerti ilmu dan prakteknya.

“Untuk meminimalisir, kita mengundang untuk ikut seminar agar mereka mengerti ilmu dan prakteknya,” ujarnya, saat dihubungi Tekape.co, Rabu 5 Januari 2022.

dr Kasma juga menuturkan, untuk pemberian izin praktek juga ada syarat. Yakni, mesti terdaftar jadi anggota dan sudah mengikuti seminar serta workshop minimal 5 kali.

“Itu diadakan oleh Perdaweri dan dalam batas batas yang sudah sering dia praktekkan dan sudah mahir,” jelasnya.

Ketua Perdaweri Sulsel ini juga menegaskan, jika ada pelanggaran, maka akan diberi sanksi teguran.

“Pertama, kita beri teguran lisan dulu sambil melihat kasusnya, apa efek samping produk yang dipakai membahayakan atau hanya reaksi sementara dari produk tersebut, kemudian penanganannya terlaksana atau tidak,” jelasnya.

dr Hasma menegaskan penggunaan produk racikan tidak ber-BPOM tidak diperbolehkan. Jika ditemukan, maka akan diberikan teguran lisan, jika tidak diindahkan, maka akan diberikan teguran tertulis untuk menghentikan sementara pelayanan kliniknya, sampai betul-betul tidak lagi memakai produk tersebut.

dr Kasma menegaskan, produk racikan yang diperbolehkan digunakan yaitu racikan yang ada izin badan POM-nya dan sesuai dosisnya.

“Kemudian harus memastikan tidak ada masalah untuk ke pasien yang kita sudah menegakkan diagnosanya, misalnya dia ada melasma, acne, dll, tentang kulit, untuk membuat kulit lebih sehat dan indah,” paparnya. (rindu)

Komentar

Berita Terkait