oleh

Kejar Waktu Absen, ASN Mamuju Ini Dilindas Mobil

MAMUJU, TEKAPE.co – Seorang Aparatur Sipil Negara di Mamuju harus berpasrah ketika dilindas pegawai lain yang hendak ceklok.

Asn itu bernama Kasma yang merupakan pegawai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sulbar.

Kejadian ini disebabkan antrian panjang ASN yang menumpuk di depan pintu masuk kantor Gubernur untuk ceklock (absen).

Dilansir dari Mamujupos, gerbang utama Kantor Gubernur Sulbar memang sedikit agak menanjak. Sehingga para pengendara diharuskan untuk hati-hati. Namun dilain sisi, terlambat absen sedikit berakibat pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

Untung korban yang berada di bawah kolong mobil itu bisa diselematkan. Namun dikabarkan korban di larikan ke RS Bhayangkara karena diduga mengalami luka dan patah tulang.

“Banyak ASN, lalu hanya satu pintu dibuka. Kami pasti harus antri dan buru-buru absen. Beruntung korban tidak membawa anaknya,” terang salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya.

Dia dan beberapa rekannya pun memintaa agar kebijakan satu pintu dan pemotongan TPP itu ditinjau ulang.

“Dipahami bahwa kebijakan itu untuk meningkatkan disiplin ASN. Tapi nyatanya ini yang terjadi. Artinya, ada yang belum pas. Dan lagi, kerja ASN menjadikan absen sebagai prioritas. Di tengah sulitnya ekonomi, TPP kami pun harus dipotong,” kuncinya.

Pemberlakuan sistem buka tutup pintu masuk area kantor Gubernur Sulbar untuk kedisiplinan para ASN, menuai tanggapan dari berbagai kalangan. Termasuk dari Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi.

Pasalnya kebijakan ini diduga telah mengakibatkan seorang pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar menjadi korban dilindas mobil pegawai lain yang mengejar ceklock (absen) pagi.

Politisi partai Demokrat Sulbar itu menilai kebijakan buka tutup pintu perlu ditinjau karena pegawai atau ASN sekedar mengejar absen.

“Dari kemarin kan saya sudah komentari, bahwa kebijakan ini perlu ditinjau. Karena ASN sekedar mengejar ceklock, sekedar mengejar absen. Kalau sudah seperti ini siapa yang harus bertanggung jawab,” pungkas Suraidah. Jumat 24 Januari 2020.

Sistem ini juga berdampak pada antrian panjang yang menumpuk di depan gerbang utama pintu masuk kantor gubernur sulbar karena akses masuk pegawai hanya satu pintu dan menanjak.

“Kan kasian, syukur ini orang tidak meninggal, kalau meninggal pasti komplain ke pemerintah, ke kita. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Suraidah Ketua DPRD Sulbar. (*/Bolang)

Komentar

Berita Terkait