Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kepala BPOM Taruna Ikrar di UHW Surabaya: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM, Bukan Lagi Sekadar SDA

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar. (ist)

SURABAYA, TEKAPE.co — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa kekuatan Indonesia di masa depan tidak lagi bertumpu pada kelimpahan sumber daya alam, tetapi pada kemampuan mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, inovatif, dan mampu menjawab tantangan industri modern.

Pesan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya yang diikuti ratusan mahasiswa, dosen, dan mitra industri.

Dalam forum tersebut, Taruna mengajak generasi muda untuk mulai membangun pola pikir sebagai pencipta nilai dan penggerak ekonomi, bukan hanya menjadi pencari pekerjaan.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar. Tantangannya sekarang bagaimana bonus itu berubah menjadi produktivitas melalui pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Taruna menilai sektor kesehatan, pangan, farmasi, bioteknologi hingga ekonomi digital akan menjadi arena persaingan utama di masa depan.

Karena itu, mahasiswa didorong menguasai ilmu pengetahuan sekaligus kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan model bisnis berbasis inovasi.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana interaktif itu juga menjadi momentum memperkuat pendekatan kolaboratif antara dunia akademik, industri, dan pemerintah atau konsep ABG (Academic, Business, Government) yang selama ini terus didorong BPOM.

Pada kesempatan tersebut, terbangun sinergi antara Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya dengan PT Harsen Laboratories dan PT Nose Herbal Indo untuk membuka ruang pengembangan riset, peningkatan kompetensi mahasiswa, program magang industri, hingga peluang hilirisasi hasil penelitian.

Managing Director PT Harsen Laboratories, Elsyeida Napitupulu, menyebut kolaborasi menjadi kebutuhan utama agar inovasi yang lahir di kampus tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara Co-Founder PT Nose Herbal Indo, Mr Kim, melihat Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan produk kesehatan dan herbal berbasis kekayaan hayati nasional.

Rektor Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, Lutfi, menyampaikan bahwa kehadiran Taruna Ikrar memberi energi baru bagi civitas akademika untuk terus memperkuat budaya riset dan inovasi.

Menurutnya, sosok Taruna menunjukkan bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi bangsa.

Melalui pertemuan tersebut, kampus, industri, dan pemerintah diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi satu ekosistem yang mampu menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan global sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini