Kapolsek Mamajang Kena Busur Saat Bubarkan Tawuran, Satu Warga Tewas

Situasi di lokasi tawuran Jalan Kakatua 2, Makassar, mulai terkendali setelah personel gabungan Polri dan Brimob diterjunkan untuk membubarkan massa. (ist)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Tawuran antarkelompok warga di Jalan Kakatua 2, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung maut, Rabu (4/11/2026) malam.

Seorang warga berinisial IA (51) tewas setelah terkena anak panah busur yang menancap di bagian leher. Sementara itu, Kapolsek Mamajang, AKP Tri Wahyu Husada Andromeda, juga menjadi korban setelah terkena anak panah di betis kanan saat berupaya membubarkan massa.

Peristiwa yang melibatkan kelompok warga Jalan Kakatua 3 dan Jalan Kakatua 4 itu terjadi sekitar pukul 23.50 WITA.

BACA JUGA: Koper Tak Bertuan Gegerkan Warga Palopo, Polisi Temukan Ini di Dalamnya

Kedua kelompok terlibat aksi saling serang dengan menggunakan batu dan anak panah busur. Bahkan, sejumlah orang terlihat menggunakan lembaran seng sebagai tameng untuk melindungi diri dari serangan lawan.

Lima menit setelah bentrokan pecah, tepatnya sekitar pukul 23.55 WITA, personel Polsek Mamajang yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Tri Wahyu Husada Andromeda tiba di lokasi.

Petugas berupaya melerai kedua kelompok sekaligus membubarkan massa. Namun, situasi belum terkendali karena sejumlah pelaku masih terus melepaskan anak panah busur di tengah upaya aparat menghentikan bentrokan.

BACA JUGA: Pelanggaran Berat Terungkap, Tiga Personel Polres Morowali Resmi Dipecat

Nahas, Kapolsek Mamajang justru terkena anak panah di bagian betis kanan. Ia kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, membenarkan insiden yang menimpa perwira polisi tersebut.

“Terkena di bagian betis kanan,” ujar Jafar.

Selain Kapolsek, seorang warga berinisial IA (51) juga menjadi korban dalam tawuran tersebut. Nyawa pria itu tidak tertolong akibat luka tusuk anak panah yang menancap di bagian leher.

“Korban mengalami luka tusuk pada bagian leher akibat anak panah busur sehingga menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Jafar.

Bentrokan akhirnya dapat dikendalikan sekitar pukul 00.20 WITA setelah personel gabungan diterjunkan ke lokasi.

Pasukan tambahan tersebut terdiri dari personel Jatanras, Samapta Polrestabes Makassar, serta Brimob Polda Sulawesi Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini