Kapolres Bombana Diduga Cekik Mahasiswa, Panglima SEGEMA Kecam Keras
BOMBANA, TEKAPE.co – Serikat Gerakan Mahasiswa (SEGEMA) mengecam keras dugaan tindakan represif yang dilakukan Kapolres Bombana terhadap seorang mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo (IMPERMOL).
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (3/6/2026) dini hari di wilayah Kasipute, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Panglima SEGEMA, Egar Afriman, menilai tindakan pencekikan yang diduga dilakukan langsung oleh Kapolres Bombana merupakan bentuk arogansi kekuasaan yang tidak mencerminkan sikap profesional seorang aparat penegak hukum.
Menurutnya, kepolisian sebagai institusi yang bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis dalam menghadapi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.
“Kami mengecam keras sikap arogansi dan tindakan represif yang diduga dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kawan mahasiswa dari IMPERMOL. Tindakan mencekik mahasiswa yang sedang memperjuangkan aspirasi merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang tidak dapat dibenarkan,” tegas Egar dalam pernyataan resminya, Kamis (4/6/2026).
Egar menegaskan, tindakan tersebut tidak hanya mencederai nilai-nilai demokrasi, tetapi juga berpotensi merusak citra Polri yang selama ini berupaya membangun kepercayaan publik melalui program Presisi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam IMPERMOL melakukan pengawalan terhadap sejumlah isu yang mereka perjuangkan.
Namun dalam situasi tersebut, salah seorang mahasiswa diduga mengalami tindakan kekerasan berupa pencekikan.
Atas kejadian itu, SEGEMA menyampaikan sejumlah tuntutan kepada institusi kepolisian.
Pertama, mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kapolres Bombana dari jabatannya apabila terbukti melakukan tindakan yang melanggar kode etik dan hukum.
Kedua, meminta Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra melakukan investigasi secara transparan dan menyeluruh terhadap dugaan tindakan kekerasan tersebut.
“Tidak boleh ada impunitas bagi siapa pun yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat, termasuk jika dilakukan oleh aparat penegak hukum. Kami meminta kasus ini diusut secara terbuka dan profesional,” ujarnya.
SEGEMA juga menyatakan akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Bombana belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan insiden tersebut. (*)






Tinggalkan Balasan