Inovasi AR hingga Pengering Rumput Laut, Riset Dosen UNCP Dapat Pendanaan Nasional
PALOPO, TEKAPE.co – Dua tim dosen dari Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Hilirisasi Riset Prioritas skema Pengujian Model dan Prototipe Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pengumuman tersebut tertuang dalam surat resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Nomor 138/DST/C4/AL.04.00/2026 tertanggal 9 Maret 2026.
Program ini ditujukan untuk mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat dikembangkan menjadi model inovasi maupun prototipe teknologi yang siap diterapkan di masyarakat dan sektor industri.
Dua riset dari dosen UNCP yang memperoleh pendanaan tersebut memiliki fokus pada pengembangan teknologi pendidikan serta inovasi alat untuk mendukung sektor perikanan.
Penelitian pertama berjudul SMART-PAI AR, yakni pengembangan modul ajar Pendidikan Agama Islam adaptif berbasis Augmented Reality (AR) dan teknologi Deep Learning.
Riset ini diketuai oleh Abdul Zahir dengan anggota tim Supriadi dan Vicky bin Djumsin.
Proyek tersebut bertujuan menghadirkan metode pembelajaran interaktif yang memanfaatkan teknologi digital sekaligus menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik.
Sementara itu, penelitian kedua bertajuk SOLAR-SEA IoT yang mengembangkan prototipe alat pengering rumput laut berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan energi surya.
Penelitian ini dipimpin oleh Safwan Kasma bersama anggota Syamsuddin dan Siaulhak.
Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu petani rumput laut meningkatkan kualitas hasil panen serta efisiensi proses pengeringan.
Rektor UNCP Dr. Sri Hastuty Saruman, S.E., M.Pd menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut.
Menurut rektor, capaian itu menjadi bukti bahwa dosen UNCP terus berupaya menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap program hilirisasi riset tersebut dapat memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi di lingkungan kampus.
Dengan demikian, hasil riset dosen tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga berkembang menjadi teknologi maupun solusi nyata yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.(*)





Tinggalkan Balasan